Kasta NTB Menurunkan Tim Investigasi Ke Tiga Gili ||   proses produksi PT TCN “Pembohongan publik”

Minggu, 23 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM- Kasta NTB menurunkan tim investigasi ke tiga Gili (Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan ) Lombok Utara 23/6/2024  untuk mendalami persolan ancaman krisis air bersih akibat penghentian operasional PT TCN akibat persoalan perizinan dan dugaan perusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat kesalahan prosedur operasional.

 

Kedatangan puluhan anggota tim investigasi DPP Kasta NTB dengan didampingi   beberapa orang pengurus Kasta NTB DPD KLU bertujuan untuk menggali informasi terkini melalui wawancara langsung dengan beberapa orang tokoh masyarakat dan pelaku usaha di Gili trawangan serta melihat langsung kondisi riil di lapangan terutama di area sumber produksi PT TCN .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dari beberapa wawancara dapat ditemukan beberapa fakta bahwa sejak tahun 2016 proses produksi PT TCN berjalan telah terjadi “pembohongan publik” oleh pihak PT TCN dimana awal mula mereka berinvestasi di gili tramena mereka menyebut akan melakukan penyulingan air laut untuk diolah menjadi air tawar tetapi faktanya mereka membangun kolam kolam berukuran besar dengan kedalaman 30 an meter yang kemudian pipa penyedotan mereka terhubung langsung ke laut sehingga hal tersebut mengakibatkan sekitar 1.660 meter persegi area konservasi laut rusak karang dan biota laut mati akibat ditutupu lumpur limbah produksi PT TCN, menurut keterangan salah seorang tokoh masyarakat Gili trawangan yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :  Versi Lengkap Kapolres || Soal Kasus MT Yang Dijemput Paksa Untuk Sidang

 

Tokoh masyarakat tersebut juga mengakui bahwa sejak tanggal 21 juni 2024 PT TCN telah memutuskan memberhentikan suplai air bersih akibat penolakan warga untuk menandatangani petisi dukungan terhadap keberadaan PT TCN, kami diintimidasi oleh berbagai pihak memaksa kami untuk mendukung keberadaan PT TCN dengan ancaman pemberhentian suplai air jika kami tidak mau tanda tangan dan begitu petisi dukungan  tersebut tidak mau kami tanda tangani maka pada tanggal 21 juni kemarin suplai air bersih ke warga dihentikan terangnya.

Baca Juga :  Maulana Ishak terpilih sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB Bima Dompu

 

Adapun terkait perbandingan mutu layanan dan harga air antara PT BAL dan PT TCN jauh sekali dimana PT TCN menetapkan harga 34 ribu rupiah /kubik sementara PT BAL hanya memberlakukan tarif cukup murah yakni sekitar 15 ribuan per kubik sehingga rata rata warga cukup keberatan dengan tarif yang diberlakukan oleh PT TCN bekerjasama dengan PDAM KLU

 

Sekertaris Kasta NTB DPD KLU Anam khan menyebut bahwa fakta fakta empirik yang terjadi hari ini di Gili Tramena membuktikan bahwa memang benar telah terjadi dugaan perusakan lingkungan dan biota laut akibat limbah produksi PT TCN juga meminta kepada semua pihak agar menghentikan intimidasi terhadap warga untuk terus mendukung PT TCN dan berpotensi menjadikan warga sebagai bargain untuk meloloskan PT TCN dari jerat hukum. Kami meminta Bupati KLU agar bersikap obyektif melihat persoalan yang muncul hari ini di Tiga Gili yang adalah destinasi primadona dunia sehingga tidak menerbitkan edaran yang menurut kami intimidatif dan cenderung bertujuan memaksa masyarakat untuk menerima kehadiran PT TCN dengan tiba tiba menerbitkan surat edaran agar seluruh warga yang memanfaatkan air tanah agar mengantongi izin sesuai aturan perundang undangan tetapi di sisi lain justru terkesan membela dan melindungi kepentingan PT TCN yang sudah jelas jelas melanggar aturan kecam Anam khan.

Baca Juga :  DPRD Loteng Gelar Sidang Paripurna Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2023

 

Kami meminta pemkab KLU agar meninjau ulang dan mereview kembali kerjasamanya dengan PT TCN, meminta Bupati KLU agar menghormati proses hukum yang kini sedang berlangsung di Polda NTB terkait keberadaan PT TCN oleh karena laporan beberapa komponen masyarakat ke pihak aparat penegak hukum, segera mencari solusi yang fundamental bagi penyelesaian masalah penyediaan air bersih di gili tramena dengan tidak bertendensi kepentingan pribadi dan golongan karena persoalan air ini adalah hal primer bagi kebutuhan hidup dan keberlangsungan usaha di sektor pariwisata di tiga gili

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 38 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU