Kunker Tiga Hari di NTB Wamen PKP Fahri Hamzah || Menata Pinggiran, Membangun Perkotaan

Selasa, 10 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST COM – Dalam kunjungan kerjanya pada 6-9 Juni 2025, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meninjau langsung potensi sekaligus tantangan pembangunan permukiman di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Dalam tiga hari berturut-turut, Wamen Fahri melakukan serangkaian pertemuan dengan kepala daerah mulai dari Bupati Sumbawa Barat, Bupati Sumbawa, hingga Gubernur NTB. Kunjungan bukan sekadar seremonial, tetapi menggambarkan arah baru pembangunan kawasan permukiman nasional: dimulai dari pinggiran, bergerak ke pusat, dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada hari Jumat, 6 Juni 2025, Wamen Fahri tiba di Sumbawa Barat dan bertemu dengan Bupati Amar Nurmansyah. Pertemuan ini difokuskan pada potensi pengembangan kawasan sekitar Bendungan Tiu Suntuk. Dalam pandangan Fahri, bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air, tapi juga memiliki daya strategis untuk mendukung ketahanan energi, pangan, dan bahkan pengembangan pariwisata berbasis air.

Baca Juga :  Ketua BPD Prako Tegaskan SK Perangkat Desa Sah || Sindir Pernyataan Kepala Desa

 

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Fahri juga menyampaikan kesiapan pemerintah pusat untuk menggelontorkan program renovasi rumah tidak layak huni melalui skema BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Sebanyak dua juta rumah akan menjadi sasaran renovasi tiap tahun, termasuk di kawasan pesisir dan perdesaan.

 

Pada Sabtu 7 Juni 2025, Wamen Fahri melanjutkan perjalanan ke Sumbawa dan bertemu dengan Bupati Syarafuddin Jarot. Dalam pertemuan itu, ia mengumumkan rencana besar pemerintah untuk menata ulang kawasan pesisir secara nasional.

Baca Juga :  Masyarakat Tolak Respon Tanggap Darurat Pemda Lobar, Ini Alasannya

 

Mulai tahun 2026, setidaknya 1.300 kawasan pesisir akan ditata ulang setiap tahunnya, dari total hampir 13.000 kawasan pesisir yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini mendapat persetujuan langsung dari Presiden dan menjadi prioritas nasional dalam pembangunan permukiman.

 

Sementara pada hari Minggu, 8 Juni 2025, Wamen Fahri bertemu dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Lombok. Sebelumnya Wamen Fahri juga meninjau kawasan Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram.

 

Kali ini, pembahasan difokuskan pada penataan kawasan perkotaan, khususnya melalui pengembangan hunian vertikal. Menurut Fahri, pendekatan hunian vertikal dalam bentuk rumah susun atau apartemen, merupakan solusi realistis untuk mengatasi kepadatan dan keterbatasan lahan di kota-kota seperti Mataram.

Baca Juga :  Sidang 105 M Ditunda Lagi || Ini Kata Kuasa Hukum Fihiruddin 

 

Pemerintah menawarkan skema pembangunan kolaboratif, di mana lahan disediakan oleh pemerintah, pembangunan dilakukan oleh pengembang, dan setelah rampung bangunan akan diambil alih oleh negara melalui skema pembiayaan syariah. Karena lahannya adalah aset negara, biaya pembangunan bisa ditekan, sehingga hunian vertikal menjadi jauh lebih terjangkau bagi masyarakat urban.

 

Selama tiga hari kunjungannya di NTB, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pembangunan perumahan dan kawasan permukiman tidak bisa lagi dilakukan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan integratif, lintas sektor, dan inovatif dalam pembiayaan.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 27 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU