Masyarakat Tolak Respon Tanggap Darurat Pemda Lobar, Ini Alasannya

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Masyarakat Desa Buwun Mas dan Sekotong, Lombok Barat (28/02/2026) menolak respon tanggap darurat Pemda Lobar, dan ini bukan tanpa alasan. Menurut Ketua Perkumpulan Indonesia Bergerak, Erwin, penolakan itu sebagai bentuk antisipasi terjadinya longsor susulan dan korban laka lantas di lokasi jalan amblas.

“Wajar masyarakat nolak, kok kayak setengah hati Pemda Lobar ini. Tidak seperti konten Kominfo Lobar yang bilang Bupati tegas minta Kadis PU turun tangan,” kata Erwin.

Baca Juga :  RUPS Luar Biasa PT Bank NTB Syariah: Penguatan Modal dan Perubahan Susunan Pengurus untuk Peningkatan Kinerja

Erwin mempertanyakan ketegasan Pemda di media, “Atau memang Pemda hanya tegas di ucapan saja?” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erwin juga menilai Pemda tidak serius menangani bencana di Buwun Mas, Sekotong. “Pemda harusnya lebih sigap, bukan cuma datang, ngomong, lalu pergi,” tegasnya.

Sedangkan DPD KASTA NTB Lombok Barat mengecam keras oknum Pemkab Lombok Barat atas narasi provokatif terkait penanganan jalan amblas di Sekotong. KASTA NTB menyebut narasi tersebut sebagai upaya cuci tangan dan pengalihan isu dari lambannya respons pemerintah daerah.

Baca Juga :  Jurnalis Independen Lombok Tengah Resmi Terbentuk di Hari Pahlawan 10 November

“Kami tegaskan, rakyat Sekotong butuh jalan segera diperbaiki, bukan narasi-narasi kosong dari orang kepercayaan yang tidak paham penderitaan di lapangan,” tegas Tontowi Jauhari, Ketua DPD KASTA NTB Lombok Barat.

Kecaman ini muncul di tengah kondisi kritis wilayah Sekotong yang diterjang longsor dan jalan putus total sejak 24 Februari 2026. Warga Sekotong terpaksa bergotong royong memperbaiki jalan karena menganggap Pemkab lamban bertindak.

Baca Juga :  Rakerda Kejati NTB, Kejari Loteng Boyong Penghargaan Empat Kategori

KASTA NTB mendesak Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, untuk lebih serius menangani kebutuhan fundamental di pelosok, alih-alih hanya berfokus pada proyek estetika di pusat kota.

Sementara itu Kepala BPBD dan Kadis PUPR Lombok Barat yang dikonfirmasi (28/2) hingga berita ini dibuat tidak merespon pertanyaan awak media ini.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 13 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU