SAKSIKAN LIVE STREAMING SANGKEP WARIGE 2025 DI AKUN FACEBOOK PRAYAPOSTTV BERIKUT:
https://fb.watch/pAthczUVuA/?mibextid=Nif5oz
PRAYAPOST.COM – Tanda-tanda alam indikasikan bau nyale 2024 jatuh pada tanggal 29 Februari – 1 Maret. Hal itu, sesuai dengan hasil sangkep warige pada Minggu 14 Januari 2024, yang dilakukan oleh tokoh 8 penjuru arah mata angin Lombok Tengah (Loteng) di Dusun Adat Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sangkep Warige tersebut dimulai dengan rapat awal yang disebut Sangkep Madye dan hasilnya kemudian di bawa ke sidang paripurna untuk ditetapkan sebagai waktu bau nyale 2024.
Dan Sangkep Warige secara resmi memutuskan Bau Nyale jatuh diantara akhir Februari tanggal 29 dan Awal Maret tanggal 1, Tahun 2024 hari Kamis atau Jum’at atau tanggal 19 Bulan Sya’ban 1445 Hijriah
” Berbagai kemungkinan bisa terjadi atas kehendak Tuhan, karena perubahan iklim dewasa ini juga berpengaruh, tapi sebagian besar menafsirkan dari masing-masing penerjemahan rowot lebih cenderung pada akhir Februari dan awal Maret 2024,” kata Ketua Sangkep Warige Agus Fathurrahman.
Lebih jauh ia menerangkan, musyawarah ini lebih tepatnya sebagai bentuk penentuan waktu disebut tanggal 20 bulan 10 atau bulan roah atau sya’ban yang memang sudah ajek sejak zaman dahulu bersumber ilmu astronomi atau perbintangan para leluhur
Perkara Nyale ada atau tidak ada, banyak atau sedikitnya Nyale tergantung banyak faktor. 1. Lebih condong disebabkan manusia sendiri, bagaimana menjaga adat istiadat dan alam. Banyak air tawar masuk lautan merubah kondisi air laut. Mempertahankan situasi adat nyale dan alam nyale.
“Kami enghimbau kepada khalayak ikuti tata cara adat istiadat wilayah Pujut untuk mensikapi Bau Nyale,”imbuh Agus Fathurrahman.
Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr.HM.Nursiah,S.Sos,M.Si mengarahkan semua yang hadir melanjutkan informasi keputusan Sangkep Warige ke seluruh lapisan masyarakat. Berita acara tidak boleh diganggu gugat lagi muncul sebagai kontroversi.
” Keputusan sangkep jadi dasar Pemerintahan untuk melaksanakan kegiatan Even Bau Nyale terkait program atau penganggaran dan lainnya,” jelas Wabup.
Selanjutnya ditekankan kepaduan dan kebersamaan untuk mensukseskan kegiatan Even Bau Nyale. Terlepas dari apa yang terjadi di hari H penyelenggaraan. Pemkab Loteng tetap berkewajiban adakan acara.
Disarankan, semua pihak menjaga dan mempertahankan kelestarian adat istiadat kearifan lokal dan alam lingkungan. Agar keberadaan Nyale tidak punah.
” Bau nyale ini bukti sinkronisasi antara manusia, alam dan ketuhanan, sehingga kita harus menjaga semuanya agar tetap lestari,” pungkas Wabup.






















