Tak Mungkin Pemerintah Wajarkan Rakyatnya Keracunan, Lambe Turah Ternyata Tak Ada di Lokasi Wawancara

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Soal kejadian keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia, Lambe Turah ternyata tak ada di lokasi saat wawancara seperti dalam video virall.

Lambe Turah dipastikan hanya menggunakan data dan pernyataan yang tidak utuh, lalu menggunakanya sebagai bahan pemberitaan yang kemudian diteruskan ke akun media sosialnya

Salah seorang tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, Agus Sukandi, Selasa 10 Pebruari 2026 di Praya menyatakan, ternyata setelah pihaknya melakukan telaah, analisa dan mendengar utuh video wawancara tersebut, Lambe Turah salah besar dalam menangkap ide dan gagasan narasumber dalam hal ini Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri S.Ip.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam video itu, ternyata yang disebut wajar oleh bupati itu adalah interval angka kejadian dari total penerima MBG yang ada di seluruh Indonesia. Dari 60 juta penerima setiap harinya, yang kejadian keracunan cuma belasan orang saja, maka angka kejadian keracunan itulah yang wajar,” jelas Agus Sukandi.

Baca Juga :  TransNusa Hadirkan Pilihan Baru: Terbang Langsung Jakarta-Lombok PP Mulai 17 April

Masyarakat lanjut Agus, harus bisa membedakan antara pernyataan “wajar keracunan terjadi” , dengan “angka kejadian keracunan yang masih wajar”.

Sehingga jelas, bahwa ide atau gagasan yang ingin disampaikan oleh Bupati Lombok Tengah dalam wawancara itu adalah angka kejadian keracunan yang saat ini terjadi masih wajar, bukan mengatakan kalau keracunan itu wajar.

Namun demikian, Agus percaya bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas dalam menelaah hal tersebut.

“Tidak mungkin dalam sebuah kejadian di mana ada masyarakat yang mengalami musibah keracunan, lalu seorang pemimpin apalagi sekelas bupati akan bilang kalau keracunan atas masyarakatnya itu wajar,” pungkas Agus.

Baca Juga :  Kasta NTB Bersama Ratusan Guru Honorer Hearing DPRD Loteng || Pertanyakan Nasib Guru Honorer.

Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip via call WA mengatakan, dalam program MBG ini, ada 60 juta orang penerima mamfaat setiap hari di seluruh Indonesia dari 22.275 Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sekaligus telah membuka 1.000.000 lapangan pekerjaanl di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.

“Nah kalau hari ini ada keracunan misalnya, lima orang, sepuluh orang atau anggaplah lima belas, dibandingkan dengan penerima mamfaat sebanyak 60 juta orang, maka kan perbandinganya jauh. Saya bilang begitu kemarin,” tutur bupati mengulas kembali wawancaranya pada video yang kini diduga difreaming negatif tersebut.

Baca Juga :  Gratis, Polres Loteng Terima Jasa Penitipan Kendaraan Selama Libur Lebaran.

Dengan penjelasanya pada penekanan interval angka yang jauh itu, bupati ketika itu kemudian menjelaskan agar hal tersebut tidak diperluas oleh wartawan yang wawancara.

“Hanya saja saat saya bilang rekan-rekan wartawan jangan diperluas, itu ternyata dipotong (kemudian) diambil untuk kepengtingan mereka, Lambe Turah itu,” tandas Bupati.

Bupati kembali tegaskan, yang ia maksud adalah angka interval yang sangat jauh itu, kemudian akan membuat semua pihak ribut. Pendekatan komunikasi yang disampaikan dirinya saat wawancara itu lanjut bupati sangat jelas, sehingga tidak perlu dilakukan bimbingan.

“Apa yang saya sampaikan saat wawancara itu by data, hanya saja saat wawancara itu, Lambe Turah tidal ada di sana,” pungkas Ketua DPD Gerindra NTB ini

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU