Sopir Ambulans Desa di Lombok Tengah Dibekali Keterampilan Bantuan Hidup Dasar

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM — Sebanyak 103 sopir ambulans desa se-Kabupaten Lombok Tengah mengikuti Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan di Aula Auditorium Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lini terdepan pelayanan rujukan pasien.

Kepala Instalasi Diklat RSUD Praya, Trisna Rahmawati, S.Keb., Bd., M.Kes., menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada para sopir ambulans desa terkait prosedur penanganan pasien, baik dalam kondisi darurat maupun saat proses rujukan. Menurutnya, sopir ambulans memiliki peran strategis karena berhadapan langsung dengan pasien sejak dari desa hingga fasilitas layanan kesehatan rujukan.

Baca Juga :  Pokir Anggota  DPR-RI (SJP )Senilai 400jt Mangkrak || Kasta NTB Resmi Laporkan Dugaan Korupsi.

“Materi yang diberikan meliputi teknik perpindahan pasien yang aman, penggunaan sirene sesuai standar, serta penanganan awal pasien selama perjalanan rujukan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berharap, melalui kegiatan ini para sopir ambulans desa dapat meningkatkan kompetensi dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan, sehingga pelayanan kesehatan di tingkat desa menjadi lebih cepat, tepat, dan berkualitas.

Baca Juga :  Keadilan Akhirnya Ditegakkan, Sengketa Lahan 2 Hektar Akhirnya Berakhir Setelah di Usia 90 Tahun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Praya, dr. Mamang Magiansah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari penguatan sistem rujukan kesehatan di daerah.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Instalasi Diklat RSUD Praya yang telah terakreditasi Kementerian Kesehatan RI dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelatihan yang berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Peminat Membludak, Poltekpar Lombok Terima 560 Mahasiswa Baru, Kuota Naik Signifikan

Ia menambahkan, keterampilan bantuan hidup dasar merupakan kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh sopir ambulans desa. Selain itu, pemahaman terkait penggunaan sirene serta mekanisme sistem rujukan di Kabupaten Lombok Tengah juga menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan.

Melalui workshop ini, diharapkan tercipta standar pelayanan yang lebih baik dalam penanganan pasien, khususnya pada situasi darurat, sehingga keselamatan pasien dapat lebih terjamin sejak dari titik awal penanganan hingga tiba di fasilitas kesehatan tujuan.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU