PRAYAPOST.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya untuk terus mengakselerasi pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dilakukan agar koperasi tumbuh sebagai penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat penyerahan dana pembinaan dari Bank Mandiri kepada 10 KDKMP percontohan. Kegiatan ini digelar di KDKMP Syariah Semoyang, Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/2/2026).
Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam memperbaiki rantai pasok berbagai komoditas penting agar tidak dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. Menurutnya, Koperasi Merah Putih harus menjadi instrumen pemerataan ekonomi, sehingga nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya, bukan sekadar pelengkap,” tegas Miq Iqbal.
Ia juga mengingatkan bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai sokoguru perekonomian nasional. Oleh karena itu, dukungan dana pembinaan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas koperasi agar mampu menjalankan usaha secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Miq Iqbal turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang telah merespons surat Pemprov NTB melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pengembangan KDKMP di NTB.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, S.Si., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terbentuk sebanyak 1.166 KDKMP di seluruh desa dan kelurahan di NTB. Seluruh koperasi tersebut telah berbadan hukum, bahkan sebagian di antaranya sudah mulai menjalankan usaha berbasis potensi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Mandiri menyalurkan dana pembinaan sebesar Rp25 juta per koperasi kepada 10 KDKMP percontohan, dengan total nilai Rp250 juta.
Dana tersebut diberikan dalam bentuk modal kerja berbasis komoditas melalui mekanisme verifikasi dan pengawasan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, jajaran pimpinan Bank Mandiri, serta sejumlah undangan lainnya.






















