PRAYAPOST.COM – Puluhan warga datang menyaksikan dan mengikuti ritual sumpah dengan minum Aiq Nyatoq atau garap yang bertempat di Pemakaman Tanak kaken Desa Gemel Kecamatan Jonggat,15/1/2025
Aiq sendiri berarti air dan Nyatoq merupakan waliyullah yang telah menyebarkan Islam di Gumi (Bumi) Sasak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumpah ini dilakukan atas hasil musyawarah dengan warga setempat dikarenakan salah seorang warga yang bernama Hasanuddin telah kehilangan satu ekor sapi hingga akhirnya dilakukan acara sumpah dengan minum air nyatok (garap).kata Lukman Kepala dusun bunsibah.
lanjut Lukman mengatakan ritual seperti ini dilakukan diwilayahnya baru pertama kali dan ini akan dijadikan bahan pembelajaran bagi warga yang melakukan agar tidak dilakukan kembali.
Kedepan kalau ada warga yang kehilangan kembali dan ingin melakukan hal serupa (garap) juga akan diperlakukan sama tentu dengan biyaya ditanggung oleh pihak yang mau melakukan garap( korban). imbuhnya
“kalau tidak ada oknum dari dalam wilayah ini tidak mungkin ada orang luar berani tiba – tiba masuk ke wilayah ini untuk melakukan pencurian”
Warga sekitar mencurigai pelakunya bukan dari luar dusun sehingga dilakukan ritual ini sebagi ajang pembuktian.
Hasanuddin (korban) menjelaskan sapi miliknya hilang pada 9/12/2024 lalu, mengetahui sapi miliknya telah dicuri setelah di pagi hari “memang pada malam kejadian tidur saya sangat pules dan waktu itu juga hujan disertai angin”.
Saat di tanya apa alasan memilih jalan (garap) Hasanuddin menjelaskan ada yang kami curigai yang menjadi pelakunya itu bukan orang luar namun, diduga pelakunya adalah warga sekitar, katanya.
Kapolsek Jonggat melalui Kanit Samapta IPTU I Nyoman Sudarpa dalam kesempatan itu juga menghimbau warga yang ikut menghadiri ritual garap mengatakan apa yang dilakukan hari ini agar bisa ambil hikmah yang positif pada acara yang digelar kali ini untuk membangun kesadaran dan ketakwaan.
“kalau memang ada oknum yang ada diwilayah ini pernah melakukan pencurian maka akan kena azabnya”
Mari kita tingkatkan membangun kesadaran dengan meningkatkan kembali siskamling secara bersamaan – sama membangun keamanan dan kenyamanan lingkungan kita semua.
“Jangan sampai kita mengambil barang milik orang lain” imbuhnya.
Mangku yang memandu ritual (garap) kali ini adalah , Amaq Limin yang berasal dari Desa Bunkate menjelaskan biasanya cara ini dilakukan sebagai jalan satu-satunya membersihkan warga ketika ada kehilangan sesuatu.
Masyarakat setempat yakin, minum Aiq Nyatoq merupakan satu-satunya cara terakhir untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Tanah di Makam Wali Nyatoq diambil semua ada proses ritualnya, itu ada pemangku khusus yang ambil. Butuh ritual khusus juga,” katanya






















