Petani Menjerit Ketua umum Garda NTB diduga kuat sebagai mafia pupuk bersubsidi || Kholid Tanggapi Dengan Santai. 

Selasa, 18 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST. COM – Diduga menjual pupuk bersubsidi di atas HET dan tidak memiliki izin pengecer resmi Ketua umum Lembaga swadaya masyarakat Garda NTB resmi dilaporkan ke pihak yang berwajib ( polisi) oleh sekertaris KPPD ( Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa ) Ahmad Zamharir, S.I.Kom. 17/3/2025.

 

Ketua umum Garda NTB diduga kuat sebagai mafia pupuk bersubsidi, dugaan tersebut berdasarkan keterangan beberapa petani di wilayah desa pengenjek yang membutuhkan pupuk bersubsidi bisa dilakukan pembelian melalui sang ketua meski bukan sebagai pengecer pupuk resmi.

 

Modus yang digunakan pupuk bersubsidi tersebut dititipkan di salah satu rumah warga di wilayah montong praje timur dan di wilayah pengenjek daye, ungkap Ahmad Zamharir atau yang akrab disapa petir.

 

Pupuk- pupuk tersebut dijual kepada petani dengan harga yang berpariasi mulai dari Rp. 400.000 dan ada yang Rp. 500.000. Dan tentu sekali itu sudah menyalahi aturan, sementara kalau kita lihat Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp. 225.000, katanya.

 

“apa yang dilakukan oleh saudara sohli/Kholil ini merupakan tangisan dari petani yang membuat petani menjerit”

Baca Juga :  Cek Kelengkapan Dokumen Kendaraan, Kodim Loteng Gelar Operasi Dadakan

 

Ahmad Zamharir, juga menduga ketua umum Garda NTB ini memiliki jaringan yang cukup kuat sehingga bisa suplay langsung pupuk bersubsidi, sehingga bisa melakukan penjualan meski tidak mengantongi izin pengecer resmi, sementara pengecer resmi saja harus memenuhi beberapa persyaratan baru bisa mendapatkan pupuk bersubsidi untuk disalurkan kepada petani, imbuhnya.

 

Ahmad Zamharir dengan tegas meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penjualan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh sang ketua LSM Garda NTB yang tidak mengantongi izin resmi dan menjual di atas harga ecerat tertinggi (HET), tegasnya.

Baca Juga :  Layanan Haji Embarkasi Lombok Raih Indeks Kepuasan Tertinggi Nasional

 

Laporan yang dilayangkan oleh sekertaris KPPD ( Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa ) Ahmad Zamharir, S.I.Kom ditanggapi dengan santai dan irit memberikan tanggapan oleh ketua umum Garda NTB Sohli / Kholid saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.

 

Ketua umum Garda NTB tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp menanggapinya dengan santai “kita terima dengan lapang dada karena ini bulan suci romadhon”.

 

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 94 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU