PRAYAPOST. COM – Diduga menjual pupuk bersubsidi di atas HET dan tidak memiliki izin pengecer resmi Ketua umum Lembaga swadaya masyarakat Garda NTB resmi dilaporkan ke pihak yang berwajib ( polisi) oleh sekertaris KPPD ( Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa ) Ahmad Zamharir, S.I.Kom. 17/3/2025.
Ketua umum Garda NTB diduga kuat sebagai mafia pupuk bersubsidi, dugaan tersebut berdasarkan keterangan beberapa petani di wilayah desa pengenjek yang membutuhkan pupuk bersubsidi bisa dilakukan pembelian melalui sang ketua meski bukan sebagai pengecer pupuk resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus yang digunakan pupuk bersubsidi tersebut dititipkan di salah satu rumah warga di wilayah montong praje timur dan di wilayah pengenjek daye, ungkap Ahmad Zamharir atau yang akrab disapa petir.
Pupuk- pupuk tersebut dijual kepada petani dengan harga yang berpariasi mulai dari Rp. 400.000 dan ada yang Rp. 500.000. Dan tentu sekali itu sudah menyalahi aturan, sementara kalau kita lihat Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp. 225.000, katanya.
“apa yang dilakukan oleh saudara sohli/Kholil ini merupakan tangisan dari petani yang membuat petani menjerit”
Ahmad Zamharir, juga menduga ketua umum Garda NTB ini memiliki jaringan yang cukup kuat sehingga bisa suplay langsung pupuk bersubsidi, sehingga bisa melakukan penjualan meski tidak mengantongi izin pengecer resmi, sementara pengecer resmi saja harus memenuhi beberapa persyaratan baru bisa mendapatkan pupuk bersubsidi untuk disalurkan kepada petani, imbuhnya.
Ahmad Zamharir dengan tegas meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan penjualan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh sang ketua LSM Garda NTB yang tidak mengantongi izin resmi dan menjual di atas harga ecerat tertinggi (HET), tegasnya.
Laporan yang dilayangkan oleh sekertaris KPPD ( Komunitas Pemerhati Pembangunan Desa ) Ahmad Zamharir, S.I.Kom ditanggapi dengan santai dan irit memberikan tanggapan oleh ketua umum Garda NTB Sohli / Kholid saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.
Ketua umum Garda NTB tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp menanggapinya dengan santai “kita terima dengan lapang dada karena ini bulan suci romadhon”.






















