Ketua Forka Loteng Murka, Dugaan Kriminalisasi Kadus Prako Jadi Sorotan

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

PRAYAPOST.COM – Ketua Forum Kepala Lingkungan (Forka) Lombok Tengah (Loteng) meluapkan kemarahan atas dugaan kriminalisasi terhadap salah satu Kepala Dusun (Kadus) di Desa Prako, Kecamatan Janepria, Lombok Tengah. Kasus ini merupakan buntut panjang dari kebijakan Kepala Desa Prako yang memberhentikan empat orang Kadus dan satu staf desa.

Kebijakan tersebut memicu reaksi keras dari Aliansi Pemuda Desa Prako. Tercatat, aksi unjuk rasa telah dilakukan sebanyak dua kali. Namun, hingga aksi kedua, massa mengaku tidak mendapatkan respons dari Kepala Desa Prako. Bahkan, pada aksi lanjutan, massa sempat menyegel Kantor Desa Prako sebagai bentuk protes.

Baca Juga :  KOPERASI SYARIAH

Permasalahan semakin memanas setelah pada Senin (9/2/2026), salah satu Kadus yang diberhentikan dilaporkan oleh oknum ke Polres Lombok Tengah. Langkah hukum tersebut dinilai Forka Loteng sebagai bentuk kriminalisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Forka Loteng, Lalu Welly, menegaskan sikapnya untuk berada di garis depan membela Kadus yang dilaporkan tersebut. Ia menyebut tuduhan yang diarahkan kepada Kadus itu tidak pernah dilakukan.

Baca Juga :  Ngamuk Tidak Dapat Beras Bantuan Pangan( Bapang) || Deklarasi NTB Berikan Sembako.

“Saya tegas, satu Kadus atau Kaling yang dikriminalisasi atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan, saya paling depan yang akan membela. Kalau sampai dia dipenjara atas tuduhan yang tidak jelas ini, maka saya juga siap dipenjara untuk membelanya. Allahuakbar,” tegas Lalu Welly.

Selain itu, ia mengajak seluruh Kadus dan Kepala Lingkungan (Kaling) se-Lombok Tengah untuk mengawal dan mendampingi proses hukum kasus tersebut hingga tuntas.

Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Forka Loteng, yang akrab disapa Bung Aswad, turut menginstruksikan seluruh Kadus dan Kaling di Lombok Tengah untuk hadir mengawal kasus tersebut.

Baca Juga :  Kembali 3 Patner Song Dibawah Umur Terjaring Razia di Cafe Remang-remang

“Tidak ada yang menjamin ke depan kita tidak akan bernasib sama seperti Kadus Prako,” ujarnya.

Bung Aswad juga menegaskan, apabila kasus ini berlanjut hingga penahanan, Forka Loteng siap mengerahkan massa dalam jumlah besar.

“Jika sampai terjadi penahanan, kami siap dengan massa sekitar 1.800 orang untuk menginap di Polres Lombok Tengah,” tegasnya.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 246 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU