PRAYAPOST.COM – Unggahan seorang warga di media sosial yang menuding Puskesmas Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, menolak memberikan perawatan kepada pasien, viral dan memicu beragam reaksi. Namun, pihak Puskesmas membantah tudingan tersebut dan menegaskan telah memberikan pelayanan medis sesuai prosedur.
Kepala Puskesmas Puyung, Eka Susilawati, menjelaskan bahwa pasien datang ke puskesmas sekitar pukul 22.00 WITA dan langsung mendapatkan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pasien dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh petugas medis yang bertugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awal mula pasien datang sekitar pukul 22.00 malam. Kemudian perawat kami melakukan pemeriksaan terhadap pasien, mulai dari mata, tekanan darah, hingga jantung sesuai SOP, sehingga pasien dirawat di ruang IGD,” jelas Eka saat ditemui awak media di Puskesmas Puyung, Minggu (5/10/2025).
Sementara itu, Purnama Sahman, perawat jaga yang menerima pasien malam itu, mengatakan bahwa pasien datang dengan kondisi pusing, lemas, dan memiliki riwayat penyakit sesak napas, dan saat itu tekanan darah juga tinggi kemudian Petugas medis memberikan tindakan sambil berkonsultasi dengan dokter via video call
“Sudah mau waktu subuh pasien beraktivitas dan hendak salat Subuh, di saat mengambil air wudu, pasien tiba-tiba lemas dan pingsan, lalu kami segera membawa kembali dan melakukan tindakan medis, namun tidak lama kemudian pasien menghembuskan napas terakhir,” ujarnya.
Eka menegaskan pihaknya tidak pernah menolak pasien, dan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kalau dikatakan kami menolak pasien, seperti yang disampaikan akun Facebook atas nama Nur Melongk, itu tidak benar,” tegasnya.
Peristiwa ini memunculkan beragam tanggapan publik. Tokoh masyarakat setempat yakni Syamsul Bahri dan Faizin mengimbau agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran bersama untuk meningkatkan komunikasi antara petugas kesehatan dan masyarakat, serta memperkuat pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan publik.
Sementara itu pemilik akun media sosial Facebook yang bernama Nur Melongk terus kami lakukan konfirmasi namun hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan jawaban.






















