Viral di Medsos || Puskesmas Puyung Klarifikasi Dugaan Penolakan Pasien

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Unggahan seorang warga di media sosial yang menuding Puskesmas Puyung, Kabupaten Lombok Tengah, menolak memberikan perawatan kepada pasien, viral dan memicu beragam reaksi. Namun, pihak Puskesmas membantah tudingan tersebut dan menegaskan telah memberikan pelayanan medis sesuai prosedur.

 

Kepala Puskesmas Puyung, Eka Susilawati, menjelaskan bahwa pasien datang ke puskesmas sekitar pukul 22.00 WITA dan langsung mendapatkan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Pasien dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh petugas medis yang bertugas.

 

“Awal mula pasien datang sekitar pukul 22.00 malam. Kemudian perawat kami melakukan pemeriksaan terhadap pasien, mulai dari mata, tekanan darah, hingga jantung sesuai SOP, sehingga pasien dirawat di ruang IGD,” jelas Eka saat ditemui awak media di Puskesmas Puyung, Minggu (5/10/2025).

 

Sementara itu, Purnama Sahman, perawat jaga yang menerima pasien malam itu, mengatakan bahwa pasien datang dengan kondisi pusing, lemas, dan memiliki riwayat penyakit sesak napas, dan saat itu tekanan darah juga tinggi kemudian Petugas medis memberikan  tindakan sambil berkonsultasi dengan dokter via video call

Baca Juga :  Bandara Lombok Siap Layani Penumpang Libur Nataru 2023/2024

 

“Sudah mau waktu subuh  pasien beraktivitas dan hendak salat Subuh, di saat mengambil air wudu, pasien tiba-tiba lemas dan pingsan, lalu kami segera membawa kembali dan melakukan tindakan medis, namun tidak lama kemudian pasien menghembuskan napas terakhir,” ujarnya.

 

Eka menegaskan pihaknya tidak pernah menolak pasien, dan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

 

“Kalau dikatakan kami menolak pasien, seperti yang disampaikan akun Facebook atas nama Nur Melongk, itu tidak benar,” tegasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 17 Tersangka Diamankan Polres Loteng Selama Operasi Pekat Rinjani 2024

 

Peristiwa ini memunculkan beragam tanggapan publik. Tokoh masyarakat setempat yakni Syamsul Bahri dan Faizin mengimbau agar kejadian tersebut dijadikan pelajaran bersama untuk meningkatkan komunikasi antara petugas kesehatan dan masyarakat, serta memperkuat pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan publik.

 

Sementara itu pemilik akun media sosial Facebook yang bernama Nur Melongk terus kami lakukan konfirmasi namun hingga berita ini ditayangkan belum mendapatkan jawaban.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 306 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU