PRAYAPOST.COM – LSM Sasaka Nusantara menggelar aksi di depan Mapolres Lombok Tengah pada 9/1/2025 dalam aksinya Sasaka Nusantara menuntut kejelasan supremasi hukum atas dugaan salah seorang yang menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada pileg 2024 lalu.
Dalam tuntutannya Sasaka Nusantara menuntut Kapolres Lombok Tengah untuk segera menindak tegas terduga pelaku inisial( S) yang diduga melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah S1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu Ibnu Hajar dalam orasinya didepan Mapolres menyampaikan agar kepolisian segera menetapkan tersangka dan dilakukan penahan karena kasus ini sudah dianggap meresahkan masyarakat.
Aksi yang dilakukan Sasaka Nusantara didepan Mapolres diterima langsung oleh KBO Reskrim polres lombok tengah Samsul hakim.
Syamsul Hakim menerima perwakilan masa aksi di ruangan humas polres lombok tengah untuk menjawab apa yang menjadi tuntutan dari Sasaka Nusantara.
Samsul hakim mengakui kasus ini memang ada beberapa kendala sehingga kasus ini agak lambat ditangani oleh pihak kepolisian karena ada beberapa hal yang harus dilakukan kordinasi dengan dinas lain sebagai pendukung dua alat bukti yang sudah dikumpulkan
“kami harus mencari keterangan dinas dukcapil, rumah sakit jiwa, kemana arah alur ijazah ini digunakan untuk kita ambil keterangannya untuk mendukung dua alat bukti”
Samsul hakim menegaskan kami dari polres lombok tengah sedang menindaklanjuti proses penyelidikan dan kami harus profesional yang sesuai dengan SOP kami dan dalam waktu dekat akan lakukan gelar perkara terkait dengan hasil yang sudah kami lakukan penyelidikan dan penyidikan yang kita dapatkan selama proses ini kami tindaklanjuti.
Setelah mendengar keterangan dari pihak kepolisian masa dari Sasaka Nusantara kemudian membubarkan diri dari Mapolres lombok tengah.
Sasaka Nusantara Gruduk Mapolres lombok tengah || Desak Tetapkan Tersangka Ijazah Palsu.
PRAYAPOST.COM – LSM Sasaka Nusantara menggelar aksi di depan Mapolres Lombok Tengah pada 9/1/2025 dalam aksinya Sasaka Nusantara menuntut kejelasan supremasi hukum atas dugaan salah seorang yang menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada pileg 2024 lalu.
Dalam tuntutannya Sasaka Nusantara menuntut Kapolres Lombok Tengah untuk segera menindak tegas terduga pelaku inisial( S) yang diduga melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah S1.
Lalu Ibnu Hajar dalam orasinya didepan Mapolres menyampaikan agar kepolisian segera menetapkan tersangka dan dilakukan penahan karena kasus ini sudah dianggap meresahkan masyarakat.
Aksi yang dilakukan Sasaka Nusantara didepan Mapolres diterima langsung oleh KBO Reskrim polres lombok tengah Samsul hakim.
Syamsul Hakim menerima perwakilan masa aksi di ruangan humas polres lombok tengah untuk menjawab apa yang menjadi tuntutan dari Sasaka Nusantara.
Samsul hakim mengakui kasus ini memang ada beberapa kendala sehingga kasus ini agak lambat ditangani oleh pihak kepolisian karena ada beberapa hal yang harus dilakukan kordinasi dengan dinas lain sebagai pendukung dua alat bukti yang sudah dikumpulkan
“kami harus mencari keterangan dinas dukcapil, rumah sakit jiwa, kemana arah alur ijazah ini digunakan untuk kita ambil keterangannya untuk mendukung dua alat bukti”
Samsul hakim menegaskan kami dari polres lombok tengah sedang menindaklanjuti proses penyelidikan dan kami harus profesional yang sesuai dengan SOP kami dan dalam waktu dekat akan lakukan gelar perkara terkait dengan hasil yang sudah kami lakukan penyelidikan dan penyidikan yang kita dapatkan selama proses ini kami tindaklanjuti.
Setelah mendengar keterangan dari pihak kepolisian masa dari Sasaka Nusantara kemudian membubarkan diri dari Mapolres lombok tengah.






















