PRAYAPOST.COM- Sebuah proyek yang bersumber dari dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPR-RI di Desa Aik Bukak Kecamatan Batukliang Utara (BKU) Lombok Tengah (Loteng) NTB mangkrak dan diduga sarat dengan praktik korupsi. LSM Kasta NTB Kecamatan BKU, bergerak cepat dan pada Kamis 2 Mei 2024, melaporkan hal tersebut ke Mapolres setempat.
Proyek yang dimaksud adalah proyek pembangunan Fasilitas Pariwisata Tereng Kuning yang berlokasi di Dusun Montong Alung Desa Aik Bukak pada tahun 2023 lalu. Anggarannya bersumber dari pokok-pokok pikiran anggota DPR RI atas nama inisial SJP senilai Rp. 400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) yang direncanakan untuk pembangunan 3 (tiga) buah homestay dan 2 (dua) dua buah gazebo.
Dalam prosesnya, ternyata tidak mampu diselesaikan sampai tuntas. Dan kini dalam kondisi terbengkalai, sehingga menimbulkan dugaan kerugian keuangan negara, disamping itu, proses pengadaan barang dan jasa diduga
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
tidak sesuai dengan peraturan presiden nomor 16 tahun 2018, sebagaimana telah diubah melalui perpres no 12 tahun 2021 tentang perubahan atas perpres no 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.
Dimana beberapa ketentuan utama dalam pengadaan barang/jasa dalam pembangunan fasilitas pariwisata berupa tiga unit homestay dan dua gazebo tersebut, diduga tidak/belum dipenuhi, sehingga mengakibatkan terbengkalainya proyek yang bersumber dari dana APBN melalui Kementerian Desa (Kemendes) tahun anggaran 2023.
Berdasarkan temuan LSM Kasta NTB KLU, progres dan volume pekerjaan proyek tersebut hanya sekitar 70% saja.
“Sehingga kami Kasta NTB DPC BKU memutuskan secara resmi telah melaporkan dugaan terjadinya praktek korupsi tersebut kepada Kepolisian Resort Lombok Tengah. Dan kami tegaskan akan mengawal kasus tersebut sampai mendapatkan kepastian hukum,”tegas Ketua Kasta NTB DPC BKU, Zainul Fadli S. Ag.
Pihaknya lanjut Zainul Fadli, berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan adanya kerugian negara dalam proyek tersebut, dengan memanggil dan memeriksa pihak pihak yang bertanggung jawab.
Sebagai warga Desa Aik Bukak lanjut Zaenul Fadli, ia berharap proyek yang bersumber dari duit rakyat itu bisa berjalan sesuai harapan. Agar dapat menunjang dan melengkapi sarana dan prasarana pariwisata, sehingga ke depannya Desa Aik Bukak, sebagai desa ikon wisata alam di wilayah Loteng bagian utara, bisa terus berkembang pesat.
“Maka siapapun yang terbukti melakukan tindakan korupsi pada pembangunan fasilitas pariwisata di desa kami ini, maka kami tidak akan tinggal diam tegas,” Zainul Fadli yang juga tokoh muda Desa Aik Bukak ini.






















