Nyepi Sebagai Proses Mulat Sarira Terhadap Pemilu 2024

Minggu, 10 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Sebanyak 103 ogoh-ogoh mengikuti pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan di Kota Mataram (NTB) 10/3/2024.

Menurut Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta
Ketua PD KMHDI NTB Kata ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali “ogah-ogah” yang artinya sesuatu yang digoyangkan. Makna ogoh-ogoh mencerminkan sifat manusia yang negatif. Ogoh-Ogoh juga mengandung makna untuk mengekspresikan nilai-nilai religius dan ruang-waktu sakral berdasarkan sastra-sastra agama.

Selain itu, ogoh-ogoh merupakan karya kreatif yang disalurkan melalui ekspresi keindahan dan kebersamaan. Pengarakan ogoh-ogoh diharapkan dapat menyerap energi negatif dari sifat manusia yang ada di lingkungan sekitarnya dan kemudian akan dibakar untuk menghilangkan sifat negatif tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tanggal 6 Maret 2024 lalu telah dilaksanakan Melasti untuk pertama kalinya di tempat pembuangan abu umat Hindu yang telah diresmikan oleh Bapak Walikota Mataram H. MOHAN ROLISKANA, S.Sos., MH.

Melasti dilaksanakan sebagai upaya untuk membersihkan Bhuana Alit. Kemudian upacara Tawur Kesanga dilaksanakan setelah pawai ogoh-ogoh yang bertujuan untuk membersihkan Bhuana Agung atau alam semesta.

Baca Juga :  Mengundang, Kasek SMAN 1 Jonggat Malah Tak Hadir, Mediasi Gagal!

Kemudian setelah ogoh-ogoh akan dilaksanakan Nyepi di tanggal 11 Maret 2024 oleh umat Hindu dengan melakukan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Gni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan.

Setelah Nyepi akan dilaksanakan Ngembak Geni yang mana umat Hindu melaksanakan acara saling mengunjungi keluarga/kerabat, teman dekat, teman seprofesi, dan yang lainnya untuk saling memaafkan atas segala kekhilafan dan kesalahn yang telah atau mungkin terjadi sebelumnya.

Momentum Nyepi tahun ini menjadi sangat unik dan penuh keistimewaan. Khususnya di Kota Mataram, pawai ogoh-ogoh dilaksanakan sampai jam 4 sore dan akan dilanjutkan dengan tarawih oleh umat Islam.

Hari Nyepi bersamaan dengan hari pertama puasa untuk umat Islam. Moment yang bersamaan ini tentu menjadi momentum untuk membina kerukunan, saling menghormati, menjaga dan menghargai satu sama lain.

Baca Juga :  ‎Polres Loteng Selidiki Kasus Penemuan Orok Bayi di Jalan Bypass Sengkol.

Selain itu kedua momentum tersebut juga dibarengi dengan momentum Pemilu yang masih berlangsung hingga kini. Pungut hitung telah usai, dan hingga tanggal 10 Maret 2024 tengah berlangsung pleno rekapitulasi suara dari seluruh kabupaten/kota oleh KPU NTB.

Berbagai isu mulai kepemiluan mulai mencuat sejak pungut hitung hingga pelaksanaan pleno rekapitulasi dari kecamatan, kabupaten/kota maupun ke provinsi. Mulai dari kekurangan logistik, surat suara tertukar, si Rekap yang down, politik indetitas, polarisasi hingga PSU yang cukup menguras tenaga dan emosi.

Bertemunya Nyepi dengan salah satu proses pemilu ini menjadi salah satu refleksi khususnya untuk umat Hindu setelah melalui proses demokrasi. Amati Geni dengan mengendalikan api yang ada di dalam diri khususnya amarah sesama penyelenggara, peserta pemilu maupun masyarakat. Amati Karya dengan menghentikan sejenak aktivitas maupun pikiran tentang jumlah suara dan lebih mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Amati Lelungan dengan tidak berpergian, umat Hindu diharapkan dapat menenangkan pikiran kalut selama pemilu dan mencapai tingkat introspeksi yang lebih dalam. Terakhir, Amati Lelanguan yaitu umat Hindu juga dilarang untuk bersenang-senang atau melakukan hiburan apapun dengan tujuan untuk mengarahkan fokus pada pencarian spiritual dan kontemplasi pribadi.

Baca Juga :  Semarak Gelegar Lentera Ramadhan, Ikhtiar Bank NTB Syariah Akselerasi Digitalisasi QRIS dan Literasi Keuangan Syariah

Nyepi pada saat ini lebih tepatnya dapat di katakan untuk mulat sarira terhadap apa yang sudah kita lalui sebagai upaya menentukan pemimpin bangsa ini 5 tahun ke depan.

Dengan pelaksanaan hari raya yang setahun sekali ini, proses refleksinya dapat meningkatkan rasa kelegowoan dalam menerima hasil pemilu, kesadaran untuk terus mengawal pemimpin yang mendapatkan amanah nanti dan terus menjaga kerukunan agar tidak mudah tersulut oleh kelompok yang berkepentingan memecah belah umat.

Selamat hari raya Nyepi tahun baru Caka 1946 untuk umat sedharma.
Selamat menunaikan ibadah Puasa untuk saudaraku umat Muslim.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 9 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU