PRAYAPOST.COM – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Batutulis menyegel Kantor Desa Batutulis, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (16/10/2025). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah desa yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaan dana desa.
Penyegelan dilakukan buntut dari kekecewaan warga atas jawaban Kepala Desa Batutulis, Muksin, yang dinilai tidak mampu menunjukkan laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah terkait pengelolaan keuangan desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga menuntut agar pemerintah desa membuka secara terbuka laporan audit dan realisasi anggaran dana desa tahun 2019 hingga 2025 yang selama ini dianggap tidak jelas dan belum memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Koordinator aksi, Abdul Qadir Jailani, mengatakan bahwa penyegelan dilakukan sebagai bentuk tekanan moral agar pemerintah desa bersikap terbuka dan bertanggung jawab atas penggunaan dana desa.
“Kami hanya ingin transparansi. Kalau memang tidak ada masalah, kenapa takut sanding data?” ujar Abdul Qadir usai aksi damai di depan Kantor Desa Batutulis.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal tuntutan warga hingga pemerintah desa memberikan jawaban resmi dan berani menyampaikan secara terbuka penggunaan dana desa tersebut.
Selain itu, Abdul Qadir juga menyatakan akan membawa persoalan ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) jika dalam waktu empat hari pemerintah desa tidak memberikan penjelasan yang memuaskan.
“Jika tidak ada kejelasan, kami akan langsung melaporkan persoalan ini ke APH untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
“Senin pekan depan, kalau Kepala Desa belum juga siap memberikan jawaban atas tuntutan kami, maka kami akan kembali turun aksi dengan massa yang lebih besar,” tambahnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Batutulis,Muksin Ghazali, S.Pd., membantah tudingan tidak transparan. Ia menilai aksi penyegelan kantor desa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk manuver politik dari pihak-pihak yang tidak puas dan memiliki kepentingan menjelang berakhirnya masa jabatannya.
“Orang-orang yang datang hari ini sebagian besar adalah lawan politik saya. Masa jabatan saya tinggal menghitung bulan, dan mereka mencoba memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan tertentu,” ujar Muksin saat dikonfirmasi.
Muksin menegaskan bahwa seluruh pengelolaan keuangan desa telah dilakukan sesuai aturan dan melalui mekanisme yang diawasi oleh lembaga berwenang, termasuk Inspektorat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kantor Desa Batutulis berangsur kondusif setelah penyegelan dilakukan secara damai dengan pengawasan aparat keamanan.






















