Terkuak!!! Dugaan Suap Pemilihan Ketua DPD || Dua Senator NTB Terseret

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Koalisi Pemuda dan Rakyat NTB menggelar aksi teaterikal di depan Kantor Sekretariat Perwakilan DPD RI NTB, Kota Mataram, Jumat (19/9/2025).

 

Aksi yang ditandai dengan pemasangan spanduk kain sepanjang 200 meter itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan keterlibatan dua anggota DPD RI asal NTB dalam kasus suap pemilihan Ketua DPD RI periode 2024–2029.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Koordinator Koalisi Pemuda dan Rakyat NTB, Saidin, menyebut nama dua senator yang diduga menerima suap tersebut adalah Muhammad Rifky Farabi dan Mirah Midadan Fahmid. Menurutnya, kasus ini sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh mantan staf DPD RI, Fithrat Irfan, yang sebelumnya mengungkap dugaan praktik suap kepada 95 anggota DPD RI.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi || Pemdes Labulia Safari Ramadhan ke Sembilan Dusun.

 

“Irfan menyebut setiap anggota menerima 13.000 dolar AS. Sebanyak 5.000 dolar untuk suara pemilihan Ketua DPD, dan 8.000 dolar untuk pemilihan Wakil Ketua MPR dari unsur DPD. Uang itu dibagikan secara door to door ke ruang kerja anggota,” jelas Saidin.

 

Ia menegaskan, berdasarkan data yang mereka peroleh, dua senator asal NTB termasuk dalam daftar penerima.

Baca Juga :  FORKA Loteng Rayakan HUT ke 2 Dengan Tabligh Akbar dan Giat Sosial

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk kecaman. Kami mendesak KPK segera mengungkap dan memproses hukum kasus ini secara transparan. Publik berhak tahu sejauh mana penyidikan sudah berjalan,” ujarnya.

 

Menurut Koalisi, dugaan keterlibatan dua anggota DPD RI asal NTB telah mencoreng nama baik daerah di level nasional.

“Sebagai wajah NTB di Senayan, seharusnya mereka menjaga kehormatan daerah, bukan justru merusaknya dengan menerima suap. Kami malu atas sikap mereka,” tambah Saidin.

 

Koalisi juga meminta Rifky Farabi dan Mirah Midadan Fahmid berani memberi klarifikasi kepada publik mengenai tuduhan tersebut.

Baca Juga :  Kasta NTB Bersama Ratusan Guru Honorer Hearing DPRD Loteng || Pertanyakan Nasib Guru Honorer.

 

Mereka menegaskan akan terus menggelar aksi lanjutan di berbagai lokasi hingga kasus ini terbuka secara jelas di KPK.

Diketahui, dari total 95 anggota DPD RI yang diduga menerima suap, Papua menjadi daerah dengan jumlah terbanyak yakni 18 orang, disusul Sulawesi (14), Kalimantan (12), Sumatera (7), Riau–Kepri (7), NTT–NTB (5), Jawa Barat–Banten (5), Jawa Tengah (5), Maluku (4), Bengkulu (2), Jawa Timur (1), dan DKI Jakarta (1). Sisanya dari Aceh, Jambi, Lampung, dan Bangka Belitung.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 376 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU