PRAYAPOST.COM – Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) mengapresiasi niat baik MGPA untuk libatkan warga tempatan dan pengusaha lokal pada MotoGP 2023.
Namun mengingat keterbatasan waktu menjelang pelaksanaan event MotoGP 2023, SWIM meragukan bahwa pelaksanaan janji Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Satria Priandhi akan bisa terpenuhi secara maksimal di lapangan.
“Pelaksanaan MotoGP 2023 akan berlangsung dalam waktu 3 minggu lagi, namun sampai hari ini MGPA belum membuka komunikasi dengan asosiasi transportasi tempatan,”ungkap Presiden SWIM, Lalu Alamin, Jumat 29 September 2023 dalam rilis resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu menurut Lalu Alamin, merupakan isyarat yang kuat bahwa rencana pelibatan transportasi lokal, mungkin belum benar-benar akan terwujud. Karena MGPA masih setengah hati dalam niatan tersebut.
“Kita semua tahu bahwa dalam persiapan event sebesar MotoGP, waktu sangat berharga. Kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak penyedia transportasi, dalam hal ini asosiasi transportasi lokal dapat mengakibatkan masalah yang serius selama acara,”imbuh pria yang juga warga lingkar KEK Mandalika ini.
SWIM terus-menerus mengadvokasi pelibatan asosiasi transportasi lokal dalam setiap event, karena SWIM memandang bahwa warga dan asosiasi transportasi memiliki kompetensi yang memadai baik dari segi logistik maupun sumber daya manusia.
“Kami ini pelaku pariwisata, jadi kami paham hospitality dan kami yakin bisa memenuhi standard mutu yang diperlukan dalam sebuah event yang high profile seperti MotoGP,” tandas Lalu Alamin.
Keutamaan pelibatan warga tempatan juga tidak akan sampai menghalangi partisipasi dari pihak-pihak luar sesuai dengan proporsi keahlian masing-masing pihak. Tapi selama peluang itu masih bisa diisi dengan pelibatan warga tempatan secara professional dan memenuhi standar mutu yang ditentukan, maka SWIM akan selalu menuntut agar masyarakat tempatan lebih diutamakan.
Masyarakat tempatan lanjut Lalu Alamin, sering kali merupakan pihak pertama berkorban secara ekonomi, sosial budaya dan psikologis untuk sebuah project pembangunan atau perhelatan event besar. Oleh karena itu, masyarakat tempatan harus mendapatkan keistimewaan dalam distribusi manfaat dari sebuah pembangunan atau penyelenggaraan event tersebut.
” Tidak terlibatnya masyarakat tempatan secara aktif dalam proses persiapan dan pelaksanaan event ini bisa dianggap sebagai kelalaian yang fatal,”tegas pria yang juga pengelola hotel ini.
SWIM secara konsisten terus mengangkat isu-isu pelibatan menjelang setiap event besar bukan karena kami menolak atau hendak menghambat pelaksanaan event-event tersebut. Mengingat sebagian besar anggotanya adalah pelaku pariwisata, maka SWIM sangat berkepentingan atas terciptanya keamanan dan kondusivitas kawasan demi suksesnya event MotoGP dan keberlangsungan pariwisata secara umum. SWIM justeru ingin mendorong ITDC dan MGPA untuk menyelesaikan isu-isu lokal ini once for all. Sekali untuk selamanya.
“Ketika ITDC dan MGPA berhasil merumuskan pola-pola pelibatan dan kerjasama yang saling menguntungkan maka kita tidak perlu lagi berkutat di masalah yang itu-itu saja menjelang setiap event. ITDC dan MGPA bisa memfokuskan usaha dan sumber dayanya untuk hal-hal yang lebih krusial seperti promosi dan marketing event-event tersebut. Ini juga penting demi meningkatkan kredibilitas ITDC sebagai pengampu kawasan. Apabila isu-isu kerjasama di tingkat lokal saja masih belum berhasil diselesaikan, maka kemampuan ITDC dan MGPA untuk membuat deal-deal di tingkat global bisa jadi akan dipertanyakan,” papar Lalu Alamin.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas imbuh Lalu Alamin, maka penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan event MotoGP 2023 untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan, untuk memastikan terjadinya pelibatan yang professional dan kerjasama yang saling menguntungkan antara penyelenggara dengan masyarakat tempatan.
“Dengan demikian maka distribusi manfaat yang lebih luas dari event MotoGP 2023 dapat dirasakan oleh masyarakat tempatan.Top of Form,”pungkas Lalu Alamin.
Menanggapi pernyataan SWIM tersebut, Wakil Direktur MGPA Samsul Purba di temui di Kantor ITDC menyatakan, pihaknya sudah mengecek hal tersebut kepada pihak yang dipercayakan untuk mengatur segala hal di luar race atau balapan terkait dengan pelibatan asosiasi tranportasi lokal tersebut dan memang masih belum ada keputusan.
“Hal ini memang telah menjadi perhatian kita, kalau kawan-kawan di APTA dan SWIM sudah sering bersama-sama dengan MGPA, tidak hanya saat event-event internasional seperti ini, pada kegiatan harian juga sebenarnya tetap bersama-sama dengan kita,”jelas Samsul Purba.
Khusus pada event MotoGP 2023 kali ini imbuh Samsul Purba memang setelah pihaknya melakukan pengecekan ada komunikasi yang terlewat dan kurang terinfo. Karena saat ini MGPA telah berkontrak dengan Dyandra dalam melaksanakan ARRC dan MotoGP sebagai promotor.
“Yang jelas semua hal yang diluar sirkuit, itu memang dikelola oleh teman-teman Dyandra. Dan ini baru tahun pertama mereka terlibat sebagai promotor dan memang harus belajar,”imbuh Samsul Purba.
Apa yang telah disampaikan SWIM dan APTA NTB tersebut lanjut Samsul Purba, telah sampai ke Andi Sukasa selaku Project Manager Dyandra dan memang belum diputuskan dan masih dalam proses pemilihan mitra yang akan dikerjasamakan. Namun, apa yang menjadi aspirasi SWIM dan APTA informasinya telah diterima dengan baik.
Pihaknya lanjut Samsul Purba, juga telah menyarankan kepada pihak Dyandra untuk melibatkan pengusaha lokal yang ada dengan menyampaikan kalau harganya kompetitip dengan kerja yang berkualitas dan baik.
“Memang di Dyandra ada proses yang dilakukan, nanti habis dari sini saya mau ke Pak Andi Sukasa untuk membicarakan hal ini,”kata Samsul Purba.
Yang perlu ditekankan agar semua berjalan dengan baik dan lancar imbau Samsul Purba adalah komunikasi yang baik dengan semua pihak, dengan komunikasi semua bisa diselesaikan dengan baik.






















