Pelantikan Miq Firman Oleh Ketua Koni NTB, Sudahi Dinamika Musorkab Koni Loteng

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Pelantikan HL.Firman Wijaya ST.MT sebagai Ketua pada Kamis 1 Mei 2025, secara resmi oleh Ketua Koni NTB, sudahi dinamika Musorkab Koni Loteng kepengurusan periode 2025-2029.

Prosesi pelantikan tersebut, berlangsung secara khidmad dan dihadiri oleh hampir 39 Cabang Olahraga di Lombok Tengah, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah Dr.HM.Nursiah S.Sos M Si serta puluhan tamu undangan dari Forum Koordinasi Pemeringah Daerah (Forkopinda).

Pelantikan Ketua Koni Loteng beserta puluhan pengurusnya tersebut, ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan bendera Koni ke HL.Firman Wijaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musorkab Koni Loteng tahun ini, dicatat sebagai sejarah Koni Loteng dengan dinamika yang cukup lama hingga akhirnya sampai pada pelantikan yang digelar di Hotel  Swissbelcourt tersebut. Tercatat 60 hari lamanya, dinamika pemilihan ketua koni tersebut berlangsung.

“Tumben lama seperti ini. Namun, di satu sisi kami juga bangga, artinya memang perhatian (terhadap) dunia olahraga ini besar. Dinamikanya besar, kalau tidak ada dinamika (dan) justeru landai-landai, dengan adanya (dinamika) ini berarti banyak orang yang mau berbuat baik untuk kemajuan olahraga di Lombok Tengah, itu posotifnya,” kata Ketua Umum Koni NTB H.Mori Hanafi dalam sambutanya.

Baca Juga :  ITDC Ukir Prestasi Keberlanjutan: Raih Penghargaan di Tingkat Nasional dan Asia

Mori Hanafi pada kesempatan tersebut, menyampaikan permohonan maaf karena selama ini terkesan bertele-tele dalam menyikapi dinamika yang terjadi. Pihaknya sangat hati-hati dalam mengambil keputusan. Koni NTB tidak menganggap satu dengan yang lain sebagai sebuah persaingan, Namun keduanya dianggap sebagai dua insan yang ingin membangun olahraga di Lombok Tengah.

“Kita harus akui dua-duanya saudara-saudara kita, semua pengurus-pengurus ini saudara kita. Semua saudara kita, maka yang sudah ya sudah, kita melangkah bersama-sama ke depan demi kemajua olah raga kita,” imbau H.Mori Hanafi.

Kepada pengurus Koni Loteng yang dilantik, Mori Hanafi berharap agar benar-benar membantu ketua umum Koni Loteng yang baru saja dilantik. Karena dinamika 4 tahun yang akan datang ini penuh tantangan yang tidak mudah.

Tantangan pertama, tahun 2026 nanti koni akan melaksanakan Porprov. Dimana secara mengejutkan, pada tahun 2023 lalu, Lombok Tengah berada pada urutan ke 4 ebagai juara dalam Porprov.

Baca Juga :  Penentuan Juara Nasional di Final Round Pertamina Mandalika Racing Series 2025

“Di tangan Abang Samsul Qomar, Koni Loteng itu berhasil dengan raihan 40 medali emas, peraknya ada 50, kalau yang peraknya pindah dua saja, maka urutan Loteng itu akan jadi urutan ke 2, karena Dompu yang urutan ke 2 itu medali emasnya 42. Lombok Timur urutan 2-;nya Medali emasnya 42 juga. Tapi dia kalah medali perak sama Dompu,” tutur Mori.

Artinya lanjut Moro Hanafi yang juga anggota DPR RI ini menyatakan, seluruh juara tersebut raihan medalinya beda-beda tipis. Sehingga dirinya akui salut dengan perolahan pengurus Koni Loteng sebelumnya.

Untuk itu lanjutnya, meraih prestasi lebih dari tahun 2023 tidak akan sulit karena telah memiliki modal 40 medali emas. Maka, melihat pengurus yang ada saat ini yang diakuinya senior dalam dunia olahraga, maka segala tantangan dunia olahraga bisa ditaklukkan.

Tantangan kedua lanjut Mori, pada tahun 2028 nanti Koni NTB akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Sehingga desain dari mulai pelaksanaan Porprov akan mengikuti desain PON 2028.

Baca Juga :  ITDC dan Narmada Jalin Kerja Sama, Perkuat Dampak Ekonomi dan Lingkungan MotoGP 2026

“Jadi untuk porprov nanti, kita tidak ada tuan rumah. Kalau biasanya ada satu tuan rumah tunggal misalnya  Kota Mataram saja, tapi kali ini kita share ke 10 kabupaten/kota khususnya di kabupaten atau kota atau daerah yang akan dipertandingkan PON-nya,” jelas Mori.

Pada gelaran Porprov itu nantinya, ada sekitar 51 Cabang Olahraga yang akan dipertandingkan, sementara untuk PON 2028 akan dipertandingkan sekitar 45 Cabang Olahraga. Beberapa cabor memang ada yang tidak ikut dalam PON.

“Maka kemarin bersama kawan-kawan, kita ada kebijakan bagaimana agar cabor-cabor yang sebelumnya tidak ikut  bertanding maka akan kita ikutkan untuk bertanding. Karena kita kasian pada atlitnya kalau tidak bertanding,” kata Mori Hanafi sembari menambahkan, jangan sampai kabupaten/kota sudah melakukan pembinaan, namun atlitnya malah tidak bertanding.

Diakhir pidatonya, Mori Hanafi menyampaikan kalau NTB sudah siap untuk melaksanakn PON tahun 2028 nanti dan menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus Koni Loteng yang sudah dilantik pada kesempatan tersebut.

POST TERKAIT

Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika
Mandalika Jadi Living Destination, MSFF Vol.2 Hadir Berikan Dampak Ekonomi Nyata Bagi NTB
Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Sold Out di Hari Pertama, Tidak Ada Penambahan Kuota!
Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Lolos Inspeksi FIM, Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A untuk MotoGP 2026
Riders Go to School Menyapa SDN 2 Kuta Mandalika, Lima Pembalap Moto2™️ dan Moto3™️ Bawa Semangat #IndonesianHeroes
Ribuan Warga Mataram Sambut Riders Parade MotoGP 2026, Atmosfer Semakin Memanas!
Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Transportasi Laut Jadi Alternatif Akses Menuju Lombok
Berita ini 149 kali dibaca

POST TERKAIT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:32 WITA

Mandalika Jadi Living Destination, MSFF Vol.2 Hadir Berikan Dampak Ekonomi Nyata Bagi NTB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WITA

Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Sold Out di Hari Pertama, Tidak Ada Penambahan Kuota!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:31 WITA

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:52 WITA

Lolos Inspeksi FIM, Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A untuk MotoGP 2026

POST BARU