PRAYAPOST.COM- Kelompok KKN PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Universitas Mataram di desa Jelantik, kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB, melakukan penanaman bibit sebagai upaya penghijauan di Telaga Hijau.
Diketahui penanaman bibit pohon ini dilakukan serentak dengan program serupa dari KPPS, setelah dilakukan pelantikan anggota KPPS serentak di tiga belas desa yang ada di kecamatan Jonggat, kabupaten Lombok Tengah, pada 25/01/24.
Bibit yang ditanam oleh rekan kelompok KKN PMD Universitas Mataram di desa Jelantik adalah bibit kayu jati putih, bibit rambutan, dan bibit pepaya. Bibit-bibit tersebut diperoleh langsung dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) NTB. Adapun lokasi untuk penanaman bibit, dipusatkan pada Telaga Hijau yang merupakan salah satu destinasi wisata di desa Jelantik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Jelantik, Mariadi, yang menghadiri pelantikan anggota KPPS saat ditemui wartawan memaparkan harapannya kepada seluruh anggota KPPS, untuk tetap menjaga kesehatan dan netralitas selama menjalankan tugas. Kepala Desa yang bersahaja ini memilih Telaga Hijau sebagai pusat untuk ditanami bibit pohon oleh anggota KPPS, dan kelompok KKN PMD Universitas Mataram desa Jelantik.
Sebagaimana yang disampaikan juga oleh ketua KKN PMD desa Jelantik, Imam Hanafi Isbat kepada wartawan, jika pemilihan Telaga Hijau sebagai tempat penanaman bibit adalah sebagai upaya menghidupkan kembali tempat wisata yang mulai sepi pengunjung. Sehingga, dengan adanya upaya penghijauan tersebut, diharapkan Telaga Hijau mampu menggaet pengunjung dengan pesona alamnya, yang nantinya akan berdampak baik untuk wisata Lombok Tengah.
“Seperti yang kita ketahui bahwa Telaga Hijau merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di desa jelantik. Namun, sekarang sudah sepi dan tidak ada pengunjung sama sekali, oleh sebab itu pembibitan ini merupakan langkah awal yang kami lakukan bersama dengan warga jelantik untuk menghidupkan dan melestarikan kembali wisata yang ada di desa jelantik ,” ucap Imam pada wartawan.






















