KASTA NTB DPD Lombok Barat: DPRD Harus Berani Awasi Pemkab Usai Skandal OTT KPK

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎PRAYAPOST.COM — Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, membuka mata seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat bahwa ada sesuatu yang benar-benar busuk di jantung pemerintahan Kabupaten Lombok Barat. Ini bukan lagi sekadar “kesalahan personal” seorang kepala daerah, melainkan potret nyata dari sistem yang dibiarkan rapuh, longgar, dan tanpa kontrol.

‎Ketua KASTA NTB DPD Lombok Barat, Tantowi Jauhari, tidak menahan kekecewaannya. Ia menyebut OTT ini sebagai tamparan keras bagi seluruh elemen yang selama ini seharusnya menjadi penjaga gerbang tata kelola pemerintahan, terutama DPRD Lombok Barat yang dinilainya justru lebih sering diam ketimbang bersuara.

‎“Ini bukan kejutan. Ini akumulasi dari pembiaran. Selama ini kita sudah berkali-kali mengingatkan soal SiLPA ratusan miliar yang tidak jelas pertanggungjawabannya, soal proyek-proyek yang sarat kejanggalan, soal pengadaan yang terkesan asal jalan. Tapi apa respons DPRD? Nyaris tidak ada gebrakan berarti,” tegas Tantowi Jauhari.

‎Ia menegaskan, OTT terhadap LAZ harus menjadi pukulan telak yang menyadarkan DPRD Lombok Barat bahwa fungsi pengawasan bukan formalitas rapat dan seremoni, melainkan garda terdepan mencegah kebobrokan seperti ini terjadi lagi.

Baca Juga :  Yang Tidak Lulus P3K diangkat Jadi P3K Paruh waktu || Kasta NTB Minta Pemprov Jangan Buat Kebijakan Berbeda

‎“Sudah cukup LAZ jadi contoh betapa bobroknya pemerintahan Lombok Barat. Kalau DPRD masih juga bersikap lembek, tidak berani mengevaluasi kebijakan, tidak berani membongkar kejanggalan anggaran, maka mereka sama saja jadi bagian dari masalah, bukan solusi,” ujarnya dengan nada tegas.

‎Tantowi juga menantang DPRD untuk berhenti bersembunyi di balik prosedur administratif dan segera membuka evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola proyek, anggaran, dan pengadaan barang/jasa di Pemkab Lombok Barat.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Loteng Salurkan Air Bersih di Praya Timur

‎“Jangan tunggu KPK datang lagi untuk baru bergerak. DPRD punya kewenangan, punya hak angket, punya fungsi budgeting dan pengawasan. Gunakan itu sekarang, atau masyarakat akan menilai DPRD sama bobroknya dengan yang mereka biarkan terjadi,” pungkasnya.

‎KASTA NTB menegaskan akan terus mengawal proses hukum ini dan mendesak transparansi penuh dari seluruh pihak terkait, termasuk memastikan tidak ada praktik serupa yang masih bersembunyi di balik proyek-proyek daerah lainnya.‎

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 87 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU