Isu Dugaan Penyimpangan Program MBG Mencuat || Syamsul Bahri Minta Pengawasan Diperketat

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM — Di tengah pro dan kontra pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), beredar isu dugaan praktik tidak sehat yang melibatkan oknum Satuan Pelaksana Program Indonesia (SPPI) atau kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah dapur MBG.

Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan adanya dugaan pengambilan keuntungan oleh oknum SPPI melalui kerja sama tidak resmi dengan pemasok atau supplier. Modus yang diduga dilakukan yakni meminta sejumlah uang kepada pelaku UMKM sebagai syarat agar produk mereka dapat diakomodasi dalam program MBG.

Jika tidak memenuhi permintaan tersebut, produk disebut tidak akan digunakan. Dugaan ini dinilai berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diterima oleh para penerima manfaat.Menanggapi isu tersebut, politisi Partai Demokrat, Syamsul Bahri, angkat bicara. Ia mengaku telah lama mendengar kabar serupa, namun hingga kini belum ditemukan bukti konkret sehingga oknum yang diduga terlibat masih luput dari pengawasan.

“Saya sudah lama mendengar isu ini, hanya saja sampai sekarang belum ada bukti kuat. Karena itu, oknum-oknum tersebut seakan tidak tersentuh,” ujar Syamsul.

Selain itu, Syamsul juga menyebut adanya dugaan penyimpangan dana operasional. Menurut informasi yang ia terima, terdapat indikasi laporan belanja fiktif, di mana dalam laporan administrasi tercatat, namun barang atau kegiatan yang dilaporkan tidak pernah ada.

Baca Juga :  Bondjeroek Culture Festival 2024 || Tradisi Daus Gong Angkat Warisan Budaya Sasak.

“Perlu diingat, anggaran MBG ini sangat besar dan bahkan berdampak pada pemangkasan anggaran sektor strategis lain seperti pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Syamsul menilai, di tengah sorotan publik terhadap program MBG, para kepala dapur atau SPPI seharusnya menunjukkan kinerja yang profesional dengan mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel. Ia juga menyinggung besaran gaji kepala dapur yang disebut mencapai Rp7 juta per bulan.

“Jika dibandingkan dengan guru honorer atau P3K paruh waktu yang telah mengabdi belasan tahun, tentu ini menimbulkan rasa ketidakadilan di masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mencari Suara yang Hilang Bak Hantu || Puluhan Warga Gruduk  PPK Narmada.

Atas beredarnya isu tersebut, Syamsul meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG baik di tingkat kabupaten maupun provinsi untuk memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

“Jangan sampai nanti masyarakat sendiri yang menemukan pelanggaran, lalu berujung pada kemarahan publik dan aksi demonstrasi yang menuntut penutupan dapur MBG atau SPPG di NTB,” pungkasnya.

Syamsul menegaskan, isu ini merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara terbuka. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program MBG.

“Pengelolaan anggaran tidak boleh tertutup. Prinsipnya harus transparan dan akuntabel,” tutupnya.

POST TERKAIT

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat
Kapolda NTB Turun Langsung Simulasikan Arus Penonton MotoGP Mandalika
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah
Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang
Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar
Polda NTB Terjunkan Tim URC Jatanras Amankan Kawasan Mandalika Jelang MotoGP 2026
Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi Penerimaan Daerah dari Sektor Perikanan dan Kelautan
Berita ini 185 kali dibaca

POST TERKAIT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:58 WITA

Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar

POST BARU