Hampir Penuh! Okupansi Akomodasi NTB Nyaris 100%, InJourney Siapkan 66 Penerbangan Tambahan & Camping Ground Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM  — Tingginya antusiasme terhadap ajang balap internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut mendorong peningkatan permintaan terhadap akomodasi dan konektivitas menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga pekan menjelang pelaksanaan ajang balap yang digelar pada 9-11 Oktober mendatang, tingkat keterisian akomodasi di Lombok pada periode pekan race telah mencapai hampir 100 persen.

Mengantisipasi tingginya permintaan tersebut, InJourney terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengupayakan penambahan kapasitas akomodasi sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan menuju dan dari NTB. Pada periode penyelenggaraan event, tercatat telah terdapat 66 penerbangan tambahan yang sebagian besar menggunakan pesawat berbadan besar atau wide body.

Upaya penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari kesiapan ekosistem pariwisata NTB dalam menyambut kedatangan wisatawan dan penonton dari berbagai daerah maupun mancanegara. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC, Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi NTB, serta stakeholder terkait terus memperkuat koordinasi lintas sektor menjalang race week.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesiapan penyelenggaraan ditinjau langsung melalui pengecekan berbagai fasilitas di Pertamina Mandalika International Circuit di kawasan Mandalika, Kamis (17/09). Sebelumnya, InJourney bersama lintas stakeholders menggelar forum diskusi untuk menyelaraskan kesiapan di berbagai sektor, mulai dari sirkuit dan race operation, transportasi dan konektivitas, keamanan, akomodasi, hingga keterlibatan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk memastikan peningkatan arus wisatawan selama ajang balap tersebut digelar dan diimbangi dengan kesiapan kapasitas dan kualitas layanan di seluruh rangkaian perjalanan wisatawan.

Baca Juga :  Kapolda NTB Pimpin Pemusnahan 1,5 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Pil, Bukti Komitmen Berantas Narkoba

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, mengatakan bahwa tingginya permintaan terhadap akomodasi dan penerbangan menunjukkan besarnya antusiasme terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Karena itu, InJourney terus mendorong koordinasi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan wisatawan dapat diantisipasi sejak sebelum kedatangan hingga selama berada di NTB.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kapasitas yang ada dapat terus ditambah, baik dari sisi akomodasi maupun konektivitas penerbangan. Upaya ini tentu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, terlebih event ini merupakan event berskala internasional yang melibatkan ekosistem luas, sehingga kesiapan dan manfaatnya juga perlu dibangun secara bergotong royong,” jelas Maya.

Melalui ITDC, InJourney juga menyiapkan pengalaman baru bagi wisatawan yang ingin menonton ajang balap internasional tersebut. Untuk menambah pengalaman wisatawan, dihadirkan Official Camping Ground sebagai pilihan akomodasi bagi penonton yang ingin merasakan suasana MotoGP secara lebih dekat. Camping Ground ini berlokasi di zona barat, kawasan Kuta Beach Park, The Mandalika dan mulai beroperasi pada 8 Oktober 2026 atau sehari sebelum race weekend berlangsung.

Baca Juga :  Polres Loteng Deklarasikan Kampung Bebas dari Narkoba di Desa Sengkol Kecamatan Pujut

Maya juga menambahkan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan sekedar event olahraga internasional, tapi juga merupakan katalis bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia. “Untuk itu, kami memastikan keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan event ini menjadi kepentingan bersama. Selain itu, improvement juga harus terus dilakukan untuk memperkuat daya Tarik dan kesiapan destinasi. Namun hal ini tak bisa dilakukan secara silo, dibutuhkan concerted efforts dari seluruh stakeholder pusat dan daerah hingga pelaku industri untuk terus berkomitmen menciptakan dampak positif yang jauh lebih besar,” tegas Maya.

Penguatan konektivitas menjadi salah satu langkah dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas selama periode event berlangsung. Pada periode Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, tercatat terdapat 66 penerbangan tambahan dari dan menuju NTB. Penambahan kapasitas penerbangan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan akses bagi wisatawan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama race week.

Di sisi akomodasi, tingginya permintaan juga telah mendorong tingkat keterisian yang tinggi di NTB. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan tingkat okupansi akomodasi menjelang ajang ini telah mencapai hampir 100 persen dan diperkirakan masih akan meningkat seiring semakin dekatnya pelaksanaan event. Saat ini, jumlah hotel dan akomodasi di Provinsi NTB tercatat sekitar 1.560 unit yang tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Bandara Lombok Siap Sambut Momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

“Tingkat okupansi menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sudah mencapai hampir 100 persen. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dan permintaan terhadap akomodasi di NTB selama periode penyelenggaraan,” ujar Ni Ketut Wolini. Menurutnya, tingginya permintaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi industri pariwisata untuk meningkatkan kesiapan layanan dan memastikan wisatawan memperoleh pengalaman terbaik selama berada di NTB.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas stakeholder terus diarahkan agar pengalaman wisatawan tidak hanya dirasakan di sirkuit saja. Wisatawan juga didorong untuk memperpanjang perjalanan dan menikmati berbagai destinasi, kuliner, produk UMKM, serta kekayaan budaya dan pengalaman lokal yang ditawarkan.

Dengan terus diperkuatnya kapasitas akomodasi, konektivitas penerbangan, serta kesiapan berbagai sektor pendukung, ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman balap kelas dunia, tetapi juga momentum untuk menggerakkan aktivitas pariwisata dan ekonomi NTB secara luas.

POST TERKAIT

Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika
Mandalika Jadi Living Destination, MSFF Vol.2 Hadir Berikan Dampak Ekonomi Nyata Bagi NTB
Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Sold Out di Hari Pertama, Tidak Ada Penambahan Kuota!
Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Lolos Inspeksi FIM, Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A untuk MotoGP 2026
Riders Go to School Menyapa SDN 2 Kuta Mandalika, Lima Pembalap Moto2™️ dan Moto3™️ Bawa Semangat #IndonesianHeroes
Ribuan Warga Mataram Sambut Riders Parade MotoGP 2026, Atmosfer Semakin Memanas!
Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Transportasi Laut Jadi Alternatif Akses Menuju Lombok
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:08 WITA

Indonesian Heroes Mario Aji dan Veda Pratama: Perjuangan Panjang Menuju Panggung Dunia, Bertemu di Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:32 WITA

Mandalika Jadi Living Destination, MSFF Vol.2 Hadir Berikan Dampak Ekonomi Nyata Bagi NTB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:44 WITA

Tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Resmi Sold Out di Hari Pertama, Tidak Ada Penambahan Kuota!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:31 WITA

Dari Layanan hingga Lintasan, SDM Lokal Jadi Kekuatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:52 WITA

Lolos Inspeksi FIM, Sirkuit Mandalika Kantongi Homologasi Grade A untuk MotoGP 2026

POST BARU