Evaluasi Pendakian Rinjani || Gubernur NTB Fokuskan pada Keselamatan dan Konservasi

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PRAYAPOST.COM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menerima kunjungan Disyon Toba, Founder Consina yang juga Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi untuk Vertical Rescue, serta Harry Suliztiarto, salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia dan Asosiasi Rope Access Indonesia, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (3/7/2025).

 

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyampaikan rencana peninjauan ulang terhadap tata kelola pendakian di Gunung Rinjani. Salah satu fokus utama adalah peninjauan terhadap standar operasional prosedur (SOP) vertical rescue beserta peralatan pendukungnya.

 

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendakian di Rinjani,” katanya.

 

Gubernur Iqbal mengatakan, pihaknya masih punya banyak waktu untuk melakukan pembenahan di Rinjani. Hal itu dilakukan agar gunung itu bukan hanya bagus untuk didaki tetapi juga alamnya terawat dengan baik.

 

“Saya punya waktu beberapa tahun ke depan untuk membenahi. Sehingga at the end nanti, Rinjani itu menjadi tempat yang safe untuk didaki. Tapi alamnya juga tetap terkonservasi dengan baik,” ujar Gubernur Iqbal.

Baca Juga :  2.678 Personel Siap Kawal MotoGP Mandalika, Skenario Penanganan Bom dan Karhutla Disimulasikan

 

Gubernur juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan PT Amman dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) terkait pemanfaatan helikopter untuk kebutuhan darurat, khususnya di kawasan Gunung Rinjani.

 

“Tapi penggunaan helikopter itu perlu pembahasan lebih lanjut, mengingat unit yang dimiliki PT Amman tidak sepenuhnya didesain untuk keperluan evakuasi,” ujar Gubernur Iqbal.

 

Dalam kesempatan yang sama, Disyon Toba mengusulkan adanya penyesuaian dalam branding pendakian Gunung Rinjani, dari trekking menjadi mountaineering. Menurutnya, perubahan istilah ini penting agar wisatawan, terutama dari mancanegara, dapat mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum mendaki.

Baca Juga :  JILT Silaturahmi ke Pengadilan Agama Praya || Bahas Penguatan Sinergi Publikasi

 

“Perbedaan pemahaman kata tersebut dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan kesiapan pendaki,” katanya.

 

Sementara itu, Harry Suliztiarto menyarankan agar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memiliki tim evakuasi atau penyelamatan internal yang terlatih. Ia menilai, selama ini tim SAR lebih berfungsi sebagai pendukung (back-up) dan memiliki beban tugas yang cukup banyak.

 

“Kami juga mengusulkan agar di beberapa jalur pendakian dipasang alat bantu keselamatan, seperti tali pengaman, untuk mempermudah dan melindungi para pendaki,” tegasnya.

POST TERKAIT

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat
Kapolda NTB Turun Langsung Simulasikan Arus Penonton MotoGP Mandalika
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah
Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang
Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar
Polda NTB Terjunkan Tim URC Jatanras Amankan Kawasan Mandalika Jelang MotoGP 2026
Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi Penerimaan Daerah dari Sektor Perikanan dan Kelautan
Berita ini 36 kali dibaca

POST TERKAIT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:58 WITA

Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar

POST BARU