Dokter dan Pegawai RS Mata Tidak Disiplin | Forum Rakyat NTB Minta Diberi Sanksi

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Forum Rakyat Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatensi serius masalah yang ada di Rumah Sakit Mata NTB. Forum Rakyat NTB mengaku menerima laporan perihal sejumlah pegawai di RS Mata yang malas dan bermasalah.

 

Salah satu oknum yang dimaksud adalah Dokter berinisial AS (salah seorang dokter spesialis) di RS Mata. Dokter AS diketahui tidak patuh terhadap jadwal yang telah dibuat oleh manajemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Padahal, telah ada pedoman yang mengatur jadwal operasi dan pelayanan di RS Mata.

Baca Juga :  Menjaga Kelestarian Lingkungan || Dengan Alam TNI AD Bersatu Untuk NKRI

 

“Sudah ada pedoman yang dibuat oleh RS Mata untuk mengatur jadwal operasi, tetapi masih ada saja oknum yang kurang mematuhi jadwal operasi tersebut. Mestinya, semua pihak harus patuh pada aturan dan pedoman yang sudah ada,” kata Ketua Forum Rakyat NTB Hendra Saputra, SH., MH., kepada awak media di Mataram pada Senin (1/7/2025).

 

Tingkah pegawai/dokter yang demikian menurutnya berdampak serius. Salah satunya perubahan jadwal (untuk operasi terencana emergency) dan hari poliklinik.

 

“Tapi ada saja oknum yang menjadwalkan operasi setiap hari bahkan menggeser jadwal yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala Desa Kerame Jati Gunakan Dana Pribadi Perbaiki Akses Warga Empat Dusun

 

Selain itu, di antara pegawai (personel) yang ada, masih ada yang tidak masuk jadwal tanpa keterangan (konfirmasi). Hal ini juga dapat menimbulkan munculnya masalah lain yang terkait dengan pelayanan RS Mata.

 

“Diantara personel yang ada, ada diantaranya yang sering tidak masuk kerja tanpa alasan, dan tidak ada pemberitahuan kepada manajemen khususnya kasi pelayanan. Sehingga dapat menjadi masalah bagi yang lainnya,” ujarnya.

 

Hendra mengaku, saat ini manajemen RS Mata terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Aturan yang telah dibuat seharusnya dipatuhi oleh seluruh pegawai yang ada.

 

“Sebetulnya di RS Mata sudah mempunyai aturan yang harus dipedomani yang mengatur tentang pelayanan di RS Mata. Mestinya sebagai pedoman, harus dipatuhi dan dijalankan oleh semua pihak,” jelasnya.

Baca Juga :  Dukung Penuh Kejurprov Judo || Dandrem Minta Dandim Kirim Atlet

 

Hendra mengingatkan, pelayanan di RS Mata merupakan salah satu tolak ukur pelayanan kesehatan di NTB. Seluruh pegawai harus mampu menunjukkan dedikasi dan etos kerja yang baik. Sebab, jika tidak, kata Hendra, hal ini bisa merusak citra pelayanan kesehatan di NTB.

 

“Kalau ini terus berulang, kami harap ada sanksi tegas. Bahkan, kalau terus menerus, mental pegawai apalagi dokter seperti ini harus dibebastugaskan (dicopot),” ujarnya.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 84 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU