Bondjeroek Culture Festival 2024 || Tradisi Daus Gong Angkat Warisan Budaya Sasak.

Sabtu, 31 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar ritual Daus  Gong  sebagai salah satu rangkaian dari  acara bondjeroek culture festival .( 31/8/2024).

 

Tradisi Daus Gong ini merupakan salah satu warisan budaya Sasak yang kaya dan unik. Dengan menggabungkan tradisi kuno, keberagaman budaya, dan warisan sejarah Belanda yang masih terjaga, Bonjeruk Culture Festival menjadi perayaan yang luar biasa dan menarik bagi semua kalangan.

 

Di iringi oleh Gendang Beleq, masyarakat bondjeroek memulai prosesi dengan berjalan kaki membawa seserahan seperti Pesaji, Penamat  menuju Bun Mertak, bun mertak adalah sebuah sumber mata air kuno yang dikelilingi oleh dua pohon beringin purba yang konon katanya pohon beringin tersebut dinamakan pohon beringin nine dan mame (laki-laki & perempuan).

 

Kepala desa bonjeruk Lalu Audia Rahman mengatakan  daus gong ini merupakan rangkaian dari bondjeroek culture festival yang bertujuan untuk  melestarikan dan menyucikan budaya serta memperkenalkan keindahan Desa Wisata Bonjeruk serta masakan khas lombok  kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Bejat Seorang Ayah Di Batukliang || Diduga Setubuhi Anak Kandungnya

 

Lalu Audia Rahman berharap kegiatan semacam ini akan terus dilaksanakan mengingat desa bonjeruk sudah masuk kedalam kalender event kabupaten yakni “ayam berangkat” dan untuk menghemat waktu kegiatan semacam ini kita rangkai dengan ritual – ritual yang ada di desa bonjeruk, katanya.

 

Andi Mardan tokoh pemuda desa bonjeruk  menjelaskan  Kegiatan Daus Gong sudah dilaksanakan sejak zaman Wali Songo, saat alat musik tradisional mulai berkembang.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Polres Loteng Dilaporkan Ke Divpropam Polri || Buntut Dari Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Dan Pelanggaran HAM

 

Di Desa Bonjeruk, ritual ini mulai dilaksanakan sejak tahun 1997, saat gong mulai berkembang.Ritual Daus Gong ini merupakan bagian penting dari tradisi masyarakat Desa Bonjeruk, yang mencerminkan upaya menjaga harmonisasi antara manusia, alam, dan spiritualitas.

 

Dalan ritual ini harus dilakukan dengan kehadiran pemangku adat, dan  tidak boleh sembarangan salah satu pantangannya dalam ritual ini juga tidak diperbolehkan perempuan yang sedang haid dan tentunya tidak boleh menyimpang dari syariat Islam.

 

 

 

 

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Berita ini 209 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WITA

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

POST BARU