PRAYAPOST.COM – Pernyataan Lalu Imam Haromain yang mengaku tidak pernah mendaftar dan tidak mengetahui proses penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat atas nama dirinya menuai tanggapan dari internal Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat NTB, Letkol Inf. (Purn.) Si Made Rai Edi Astawa, S.Sos., M.P.M., menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak pernah mengklaim atau mencatut nama seseorang sebagai anggota tanpa melalui prosedur yang sah.
“Kami pantang membajak nama orang sebagai anggota partai. Demokrat tidak pernah dan tidak akan punya reputasi seperti itu,” tegas Made Rai di Mataram, Kamis (5/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Made Rai menjelaskan, Partai Demokrat merupakan partai terbuka yang memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia untuk bergabung sebagai anggota melalui mekanisme dan persyaratan yang berlaku. Sebaliknya, setiap anggota juga memiliki hak penuh untuk mengundurkan diri kapan saja.
“Walaupun masa keanggotaannya hanya hitungan jam atau hari, silakan mengajukan pengunduran diri secara resmi. Itu hak setiap anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat NTB, Surya Dinata Umar, turut mempertanyakan pernyataan yang disampaikan Lalu Imam Haromain ke publik.
“Apa untungnya bagi kami membegal keanggotaan seseorang? Kami tidak pernah melakukan cara-cara yang tidak elegan seperti itu,” kata Surya.
Menurut Surya, proses pendaftaran anggota Partai Demokrat dilakukan secara administratif dan harus disertai data pribadi lengkap, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Tidak mungkin seseorang terdaftar sebagai anggota tanpa memenuhi persyaratan administratif, termasuk KTP,” tegasnya.
Oleh karena itu, Surya Dinata meminta agar Lalu Imam Haromain membuat surat pernyataan pengunduran diri secara resmi jika memang tidak ingin tercatat sebagai anggota Partai Demokrat.
Sebelumnya, sejumlah media lokal memberitakan pernyataan Lalu Imam Haromain yang mengaku tidak pernah mengajukan permohonan, tidak pernah mendaftar, serta tidak mengetahui proses penerbitan KTA Partai Demokrat atas nama dirinya.
Pernyataan adik kandung Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal tersebut mencuat di tengah persiapan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat NTB. Bahkan, berkembang spekulasi bahwa Lalu Imam Haromain disebut-sebut akan maju dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat NTB periode mendatang.Namun, kabar tersebut dibantah oleh internal partai.
“Barangkali itu isu yang beredar di luar. Yang jelas, di internal partai kami tidak pernah mendengar dan tidak pernah membahas hal tersebut,” ujar Surya.
Surya Dinata juga menegaskan bahwa seluruh kader Partai Demokrat keberatan jika nama besar partai digunakan atau didompleng untuk kepentingan popularitas pribadi.
“Kita tidak perlu menunjuk nama. Jika memang ada pihak-pihak yang melakukan hal seperti itu, itu sangat tidak etis dan tidak elegan,” tandasnya.






















