Angka Kebutaan Tinggi, Bank NTB Syariah Inisiasi Program Nampak Terang Benderang

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM-
Tingginya angka kebutaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa keprihatinan tersendiri bagi Bank NTB Syariah.

Betapa tidak, kasus kebutaan di NTB yang diakibatkan oleh penyakit katarak terbilang cukup tinggi bahkan NTB berada di urutan kedua secara Nasional untuk kasus ini yakni sekitar 3 persen.

Berangkat dari tingginya kasus kebutaan di NTB akibat dari penyakit katarak, Bank NTB Syariah menginisiasi launching program Nampak Terang Benderang (NTB) bekerjasama dengan Pemerimtah Provinsi NTB dan Rumah Sakit Mata NTB, Jum’at 19 Januari 2024 di Rumah Sakit Mata NTB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Launching program Nampak Terang Benderang ini sebagai sebuah program yang diluncurkan untuk menekan tingginya angka kebutaan yang diakibatkan oleh pemyakit katarak dan merupakan rangkaian dari Milad Bank NTB Syariah yang ke-60, yang juga dirangkaikan dengan program Jum’at Salam dari Pemerintah Provinsi NTB.

Baca Juga :  Forum Pemuda Jonggat Soroti Keterbukaan dan Standar Higienitas Dapur Teduh Puyung

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Provinsi NTB, dr H Lalu Hamzi Fikri, mengungkapkan berdasarkan hasil survey RAAB, NTB masuk kedalam nomor dua di Indonesia untuk gangguan penglihatan yakni berada diangka 3 persen.

“Ada 37.533 kasus gangguan penglihatan dan 78 persen penyebab kebutaan paling tinggi adalah katarak,” ungkap Lalu Hamzi.

Pada usia 49-57 tahun, lanjutnya, perlu discreening karena rata-rata proses generatif. Dan setiap tahun, angka katarak ini bertambah 1 persen.

“Tahun 2022, sisa untuk operasi katarak masih sekitar 17.898 kasus setelah dilakukan intervensi masih tersisa 15.057 kasus,” sambungnya.

Dengan kekuatan dokter mata sekitar 15 orang bisa melakukan operasi sekitar 5 ribu per tahun.

Baca Juga :  Polres Loteng Amankan Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Kopang.

“Prediksi kami, jika sumberdaya dan sumber dana kita mencukupi, kita bisa menangani 15 ribu kasus dalam jangka waktu 3 tahun. Baik melalui kegiatan yang dibiayai dari BPJS maupun dari kegiatan bhakti sosial,” cetusnya.

Hari ini, melalui program Nampak Terang Benderang, akan dilakukan operasi sekitar 196 orang pasien, yang terdiri dari Kabupaten Lombok Barat berjumlah 89 orang pasien, Kabupaten Lombok Tengah berjumlah 75 pasien, Kota Mataram berjumlah 22 orang pasien, dan dari Kabupaten Lombok Utara berjumlah 12 orang pasien.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada PJ Gubernur NTB atas inisiasi yang diberikan kepada Bank NTB Syariah untuk bisa menjadikan kegiatan ini sebagai rangkaian Milad Bank NTB Syariah yang ke 60.

Baca Juga :  Kasta NTB Bersama Ratusan Guru Honorer Hearing DPRD Loteng || Pertanyakan Nasib Guru Honorer.

“Do’akan kami Bank NTB Syariah dapat terus memberikan kinerja yang terbaik dan mudah-mudahan akan semakin banyak masyarakat yang diberikan pelayanan gratis untuk operasi katarak,” kata Kukuh.

PJ Gubernur NTB, H Lalu Gita Ariadi, juga memberikan apresiasi terhadap semua pihak yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berkelanjutan sehingga sisa kasus sebesar 15 ribu kasus katarak dapat dituntaskan dalam jangka waktu tiga tahun,” kata PJ Gubernur.

Merujuk pada laporan RAAB, lanjutnya, prevalensi untuk NTB sebesar 4 persen dibawah Jawa Timur sebesar 4,4 persen.

“Mungkin karena letak geografis dan lain sebagainya menyebabkan ancaman kebutaan menjadi tinggi,” tandasnya.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 7 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU