Air PDAM di Penujak Sudah Kembali Jernih, Tingkat Kekeruhan Tercatat 2,52 NTU

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah memastikan kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di wilayah Desa Penujak telah kembali normal setelah sempat mengalami kekeruhan beberapa hari lalu.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan tingkat kekeruhan air berada pada angka 2,52 Nephelometric Turbidity Unit (NTU). Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum 5 NTU sesuai standar kualitas air, sehingga memenuhi persyaratan parameter kekeruhan yang berlaku.

Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian, ST saat dikonfirmasi pada Rabu (29/7/2026) mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat sejak keluhan pertama diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Begitu menerima laporan, kami langsung mendapat instruksi dari Bapak Direktur Utama untuk turun ke lokasi terdampak. Kami segera melakukan penyesuaian proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) Penujak dan memperkuat monitoring kualitas air hingga kondisi distribusi kembali normal,” ujarnya.

Baca Juga :  Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Menurut Aan, hasil pengukuran menggunakan Turbidity Meter menunjukkan kualitas air yang saat ini didistribusikan kepada pelanggan berada dalam kategori baik.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengukuran terbaru, tingkat kekeruhan air tercatat 2,52 NTU. Angka ini masih di bawah batas maksimum 5 NTU sehingga memenuhi standar kualitas air. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas air agar tetap aman, jernih, dan memenuhi standar pelayanan kepada seluruh pelanggan,” katanya.

Aan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan kualitas air yang sempat terjadi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh faktor alam dan perubahan pola pengambilan air baku yang berada di luar kondisi normal.

“Air baku dari Bendungan Batujai saat itu mengalami tingkat kekeruhan dan warna yang cukup tinggi. Di sisi lain, pembukaan saluran irigasi menyebabkan air baku tidak dapat masuk melalui unit pengolahan aerator sebagaimana mestinya, sehingga kami tidak memperoleh pasokan langsung dari intake bendungan. Kondisi ini membuat beban pengolahan di WTP Penujak meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Korcam Relawan Jonggat Ucapkan Terima Kasih Kepada Semua Pihak Yang Telah Sukses Memenangkan Pathul Nursiah

Meski demikian, Aan menegaskan bahwa hasil produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan masih memenuhi persyaratan air bersih.

“Secara keseluruhan, kualitas produksi IPA Penujak masih memenuhi standar dengan tingkat kekeruhan di bawah 3 NTU. Hal ini juga dibuktikan melalui hasil pemeriksaan kualitas air secara rutin yang dilakukan setiap bulan oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa keluhan kekeruhan hanya terjadi pada sebagian pelanggan, terutama yang berada di titik pelayanan paling rendah atau di ujung jaringan distribusi di WTP Penujak.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM akan meningkatkan kegiatan flushing jaringan pipa serta pengurasan endapan (sedimentasi) secara berkala untuk menjaga kualitas air hingga ke pelanggan.

Baca Juga :  Kades Bonjeruk Lalu Audia Rahman Memberikan Pelayanan Khusus Bagi Warganya Yang Meninggal Dunia.

“Kegiatan flushing dan pengurasan sedimentasi akan lebih sering kami lakukan. Proses ini mungkin berdampak pada penyesuaian jam distribusi air di beberapa wilayah, namun langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga,” pungkasnya.

Kondisi tersebut juga diakui oleh pelanggan di wilayah terdampak. Yuliani, warga Dusun Toro, Desa Penujak, mengatakan air yang mengalir ke rumahnya kini sudah kembali jernih setelah sebelumnya sempat berubah warna.

“Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin biasanya tiba-tiba hijau begitu, tapi alhamdulillah sekarang sudah jernih,” ungkap Yuliani.

Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila masih menemukan gangguan kualitas maupun distribusi air, sehingga petugas dapat melakukan penanganan secara cepat dan tepat. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh pelanggan memperoleh air bersih yang memenuhi standar kesehatan.

POST TERKAIT

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat
Kapolda NTB Turun Langsung Simulasikan Arus Penonton MotoGP Mandalika
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah
Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang
Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar
Polda NTB Terjunkan Tim URC Jatanras Amankan Kawasan Mandalika Jelang MotoGP 2026
Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi Penerimaan Daerah dari Sektor Perikanan dan Kelautan
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:58 WITA

Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar

POST BARU