Prihatin dengan Lingkungan, Rannya Soroti Pencemaran Sungai

Selasa, 28 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM- Politisi muda Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Rannya Agustyra Kristiono memberi perhatian pada kondisi lingkungan di NTB, khususnya Pulau Lombok. Belum lama ini, Rannya menggelar dialog bersama Komunitas Masyatakat Peduli Sungai (KMPS) Urip.

Rannya mengaku, isu ekologi (lingkungan) menjadi salah satu agenda besar yang menjadi perhatiab. Menurutnya, perkembangan zaman yang cukup pesat membuat aspek lingkungan seringkali menjadi korban atas kemajuan tersebut.

“Alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu saya sempat saya berkesempatan untuk bersilaturrahmi bersama teman-teman KMPS Urip yang merupakan komunitas anak muda yang sangat peduli tentang lingkungan khususnya kebersihan dan pelestarian sungai,” katanya saat diwawancarai pada Senin (27/11/2023) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berdiskusi banyak hal mengenai lingkungan dan berbagai aktivitas yang dijalankan oleh komunitas,” sambungnya.

Putri Almarhum H. Bambang Kristiono alias HBK itu berpandangan, berbicara dan berdiskusi tentang lingkungan sangat penting, untuk bersama-sama untuk mencari solusi terhadap berbagai masalah lingkungan yang terjadi hari ini. Apalagi saat ini, baru saja memasuki musim penghujan, tentunya berbagai masalah seperti banjir, tanah longsor bisa saja terjadi.

Baca Juga :  TGH. Mustamin Afifi Reses, Aspirasi Sarana Ibadah dan Sumur Bor Mencuat

Di tengah berbagai macam ancaman tersebut, diperlukan semangat kolaborasi dan kerjasama antar seluruh pihak. Baik pemerintah, pihak swasta yakni para komunitas peduli lingkungan yang mayoritas diisi anak-anak muda.

Saat berdialog dengan anggota KMPS Urip, Rannya mengaku belajar banyak hal. Terutama perihal bagaimana terus memupuk kepekaan terhadap kondisi lingkungan yang kian hari makin tidak baik-baik saja.

Komunitas semacam KMPS Urip ini, kata Rannya perlu diperbanyak dan diberikan ruang yang lebih luas untuk bergerak. Ia pun mengacungi jempol gerakan swadaya yang lahir atas keresahan terhadap ancaman lingkungan.

“Saya sangat senang dan bangga bisa berbagi di tempat yang cukup sederhana namun tetap terkesan “estetik” ini. Sebagai anak muda, kegiatan KMPS Urip ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus kita support dan terus kita kembangkan demi menjaga pelestarian lingkungan yang memang menjadi tugas kita bersama,” jelasnya.

Baca Juga :  Merindukan Sosok Pemimpin Zul-Suhaili, Rakyat Segera Deklarasi

Sebagai informasi, Ekspedisi Sungai Nusantara yang dilakukan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation mengungkap 7 aliran sungai di Pulau Lombok tercemar mikroplastik.

Mereka telah melakukan uji sampel air pada 7 titik sungai di Pulau Lombok. Yakni Kali Ning-Sungai Jangkok; Sungai Jangkok yang membelah Jalan Udayana, Kota Mataram; Sungai Jangkok di Ampenan, Kota Mataram; dua titik di Sungai Meninting, Lombok Barat; Sungai Belimbing, Lombok Timur; dan Sungai Tebelo, di Kuta, Lombok Tengah.

Investigasi tim terhadap timbulan sampah plastik di saluran maupun sungai menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Prigi bahkan menyebut sungai di NTB telah beralih fungsi menjadi tempat sampah.

Mikroplastik merupakan serpihan plastik dengan ukuran di bawah 5 milimeter (mm). Berasal dari pecahan plastik berukuran besar, seperti tas kresek, sampah pakaian, botol plastik, hingga styrofoam yang terfragmen akibat arus air maupun sinar matahari.

Baca Juga :  Atasi Masalah Irigasi di Dompu, LMI Sambangi Bendungan Tanjun

Tim ESN melakukan uji terhadap kandungan mikroplastik. Antara lain, fiber, filamen, fragmen, dan granule. Dari keempatnya, kandungan fiber dalam air pada tujuh titik sungai menjadi yang tertinggi, mencapai 57,2 persen. Fiber berasal dari degradasi sampah sintetik dari kegiatan rumah tangga, laundry, serta limbah industri tekstil.

Selanjutnya ada filamen 23,8 persen yang berasal dari sampah sekali pakai, seperti kresek, botol plastik, hingga jaring nelayan. Fragmen 14,7 persen berasal dari produk kemasan sekali pakai, seperti botol shampo dan sabun. Kemudian Granule 4,3 persen merupakan mikroplastik dari bahan sintetis yang ada dalam personal care, seperti pemutih kulit, pasta gigi, dan kosmetik.

Dari tujuh titik sampel, kandungan mikroplastik tertinggi terdapat di Kali Ning. Jumlahnya 411 partikel dalam 100 liter air. Sungai Jangkok di Ampenan 276 partikel dan Sungai Meninting 272 partikel.

(*)

POST TERKAIT

Dukungan Ketua Ketua DPC Partai Demokrat Se NTB menguat ke Pak Amrul Jihadi ST
Disaksikan Sejumlah Tokoh Inspiratif, DPC Partai Gerakan Rakyat se-Loteng Dilantik
DPRD Loteng Sampaikan Hasil Pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2026
Gantikan (Alm) HL.Ahkmad Rumiawan, HL.Muhammad Ahyar Dilantik Jadi Pimpinan Dewan
Begini Pemandangan Umum Fraksi Golkar Atas RP-APBD 2025
Fraksi PKB DPRD Loteng Tekankan Penyesuaian Target Ekonomi Makro
Monev Komisi II DPRD di Mangkung, Bentuk Pengawasan DPRD
Berkah Ramadan Seru 2025, ITDC Pererat Kebersamaan dan Silaturahmi di The Mandalika
Berita ini 15 kali dibaca

POST TERKAIT

Senin, 30 Maret 2026 - 08:39 WITA

Dukungan Ketua Ketua DPC Partai Demokrat Se NTB menguat ke Pak Amrul Jihadi ST

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:30 WITA

Disaksikan Sejumlah Tokoh Inspiratif, DPC Partai Gerakan Rakyat se-Loteng Dilantik

Jumat, 28 November 2025 - 09:48 WITA

DPRD Loteng Sampaikan Hasil Pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2026

Senin, 17 November 2025 - 10:39 WITA

Gantikan (Alm) HL.Ahkmad Rumiawan, HL.Muhammad Ahyar Dilantik Jadi Pimpinan Dewan

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:40 WITA

Begini Pemandangan Umum Fraksi Golkar Atas RP-APBD 2025

POST BARU