Industri Penjaminan Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pembiayaan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM — Industri penjaminan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat akses pembiayaan nasional, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor produktif yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal. Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan penguatan sektor riil, perusahaan penjaminan dipandang semakin penting sebagai instrumen mitigasi risiko yang mampu menjaga intermediasi pembiayaan tetap berjalan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Ivan Soeparno mengatakan bahwa industri penjaminan tidak hanya berfungsi sebagai mitigator risiko pembiayaan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk membantu pelaku usaha yang feasible namun belum sepenuhnya bankable memperoleh akses pembiayaan formal.

“Penjaminan bukan sekadar pelengkap administrasi kredit. Penjaminan adalah mekanisme berbagi risiko yang membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha, terutama UMKM dan koperasi, dengan prinsip kehati-hatian lembaga keuangan,” ujarnya dalam acara panel diskusi dan FGD Indonesia Guarantee Summit 2026 yang diselenggarakan Asippindo di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menambahkan bahwa industri penjaminan memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian nasional melalui perlindungan risiko keuangan dan dukungan terhadap pembiayaan sektor produktif. OJK juga terus mendorong penguatan industri melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, peningkatan permodalan, pengembangan skema co-guarantee, serta penguatan ekosistem penjaminan ulang nasional agar industri semakin sehat dan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik menegaskan bahwa penguatan industri penjaminan menjadi bagian penting dalam mendukung target peningkatan rasio kredit UMKM terhadap total kredit perbankan nasional menjadi 25 persen pada 2029. Menurutnya, penguatan industri penjaminan perlu diarahkan untuk mendukung transformasi ekosistem UMKM melalui perluasan akses pembiayaan, digitalisasi, pendampingan usaha, dan peningkatan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok nasional.

Baca Juga :  Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, TTIS Resmi Teregistrasi BSSN

Sementara itu, Deputi Direktur Madya Departemen Pengaturan dan Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Didy Handoko menilai industri penjaminan menghadapi tantangan penguatan permodalan, tata kelola, dan kualitas
manajemen risiko di tengah meningkatnya dinamika ekonomi. Menurutnya, agenda pemurnian industri penjaminan perlu dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fokus bisnis penjaminan agar lebih prudent dan memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam mendukung pembiayaan nasional.

Dalam sesi FGD tersebut, Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri Yudia Ramli menekankan pentingnya penguatan Jamkrida sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah. Sementara Guru Besar FEB UI Rofikoh Rokhim menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan permodalan Jamkrida agar lebih profesional dan berkelanjutan. Selain itu, Komisaris Independen PT Penjaminan Ulang Indonesia (PUI) Diding S. Anwar
menegaskan bahwa penguatan ekosistem penjaminan ulang (reguarantee) menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan industri penjaminan nasional. Menurutnya, mekanisme penjaminan ulang dapat memperbesar kapasitas penjaminan, menjaga
stabilitas sistem keuangan, serta memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan sektor produktif nasional.

Baca Juga :  Gelegar Milad Bank NTB Syariah 2025 || Banyak Untung, Margin Ringan!

Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai penguatan industri penjaminan menjadi salah satu kunci penting dalam memperdalam sektor keuangan nasional (financial depth) sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, industri penjaminan dapat membantu memperluas akses kredit UMKM, menjaga intermediasi keuangan tetap berjalan, serta menjadi countercyclical stabilizer ditengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Adapun perspektif ekonomi syariah, Dewan Pengawas Syariah Jamkrida Jakarta Euis Amalia menilai penjaminan syariah memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan UMKM melalui skema berbasis akad kafalah. Menurutnya, penguatan industri
penjaminan syariah harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran industri dalam mendukung pembiayaan sektor produktif secara prudent, transparan, dan berkelanjutan.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU