Korban Keracunan MBG Di Kecamatan Pringasela Lotim Capai 35 Orang

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Dugaan kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Data dari korwil BGN Lombok Timur sampai hari ini mencapai 35 orang.

‎Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas MBG Lombok Timur bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lotim langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi para siswa sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Baca Juga :  BIZAM Salurkan 2.000 Paket Perlengkapan Sekolah di Lombok Tengah

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ketua Satgas BGN Lombok Timur H.Ahyan menyebutkan dari total 35 orang korban sudah dipulangkan 28 orang setelah mendapatkan perawatan intensif dan tujuh orang masih di rawat di Puskesmas Pengadangan.

 

‎”Ya total penderita sampai saat ini 35 orang dan 28 orang sudah dipulangkan karena kondisi kesehatannya sudah membaik. Sedangkan yang 7 orang masih dirawat dengan intensif,”terang H.Ahyan. Sabtu (24/04/2026)

Baca Juga :  Resah Modal Utama Kasta NTB Membangun Empati Sosial

 

‎Kepala Dinas Kesehatan Lotim H.Lalu Aries Fahrozi menyampaikan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk dilakukan uji laboratorium.

 

‎“Sampel makanan sudah dikirim ke BBPOM dan hasilnya kita tunggu sekitar satu atau dua Minggu kedepan,”ungkap H.L.Aries Fahrozi.

‎Sementra itu, Ketua Satgas MBG NTB, Pathul Gani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan menindaklanjuti dengan laporan khusus ke BGN, termasuk kronologis kejadian.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Dinilai Sehat || DPRD NTB Apresiasi Kinerja Keuangan

 

‎Ia menegaskan, penelusuran akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat.

‎“Karena ini masuk kejadian menonjol, saat ini masih proses cek sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala mual pada penerima manfaat,” katanya.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU