PRAYAPOST.COM — Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Desa Prako menggelar aksi damai di Kantor Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (2/2/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Kepala Desa Prako, Wire Darma Rajab, yang memberhentikan empat kepala dusun.
Dalam aksinya, massa menuntut agar kepala desa mencabut Surat Keputusan (SK) pemberhentian empat kepala dusun tersebut. Mereka menilai keputusan itu tidak sesuai prosedur karena tidak disertai surat rekomendasi dari Camat Janapria sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.
Koordinator Umum Aksi, Khairul Fikri, menegaskan bahwa pemberhentian perangkat desa harus dilakukan berdasarkan aturan, bukan kepentingan tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta Kepala Desa Prako bekerja sesuai aturan dan tidak mendengarkan bisikan tim suksesnya yang tidak memahami aturan,” tegas Khairul Fikri.
Fikri juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan perlawanan secara konstitusional apabila tuntutan masyarakat tidak diindahkan.
“Kami berjanji akan melakukan aksi berjilid-jilid apabila kepala desa tetap pada pendiriannya untuk tidak mencabut SK pemberhentian tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Fikri berharap agar Camat Janapria, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Bupati Lombok Tengah segera turun tangan dan memberikan sanksi tegas kepada Kepala Desa Prako.
“Kami berharap camat, DPMD, dan bupati segera memberikan sanksi tegas kepada Kepala Desa Prako yang telah mengeluarkan kebijakan menyimpang dari aturan dan undang-undang yang berlaku,” tambahnya.
Menanggapi tuntutan massa aksi, Kepala Desa Prako, Wire Darma Rajab, menegaskan tetap pada keputusannya dan tidak akan mencabut Surat Keputusan yang telah dikeluarkan.
“Surat keputusan pemberhentian kepala dusun yang sudah saya keluarkan tetap berlaku dan tidak akan saya cabut,” ujar Wire Darma Rajab.
Ia menyatakan kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan internal pemerintah desa. Hingga aksi berakhir, situasi berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan setempat.






















