ITDC Implementasikan Prinsip ESG Ekonomi Sirkuler Melalui “Integrated Food Surplus Program” Selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam setiap penyelenggaraan event internasional, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola berbasis Ekonomi Sirkuler melalui “Integrated Food Surplus Program” selama perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 pada 3-5 Oktober 2025, di Pertamina Mandalika International Circuit, kawasan The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini merupakan bentuk nyata ITDC berfokus pada pengelolaan pangan berlebih, pengurangan sampah makanan, dan meminimalisir jejak karbon dari aktivitas konsumsi pangan selama penyelenggaraan acara berlangsung.

Program Food Surplus Management atau Pengelolaan Makanan Berlebih berbasis Ekonomi Sirkuler ini terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu pertama adalah Food Takeaway atau makanan berlebih yang masih layak konsumsi – dari area VIP Royal Box, Deluxe, dan VIP Tent, Kitchen Dorna Sport dan konsumsi panitia – dikumpulkan dan didistribusikan di hari yang sama kepada volunteer dan masyarakat sekitar, termasuk kelompok anak-anak pengajian di kawasan The Mandalika. Program ini berhasil mengemas kelebihan makanan menjadi 1000 kotak makanan ukuran 500ml atau setara dengan 500 gr yang berisi makanan higienis yang masih layak konsumsi. Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi pemborosan makanan, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial nyata bagi komunitas setempat. Secara langsung program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain:

Baca Juga :  Ini Kereen! Pathul-Nursiah Terus Turunkan Angka Kemiskinan di Loteng

– SDG 2 – Zero Hunger: Dengan mendistribusikan makanan berlebih kepada masyarakat, program ini membantu mengurangi kelaparan dan meningkatkan akses pangan bergizi.
– SDG 12 – Responsible Consumption and Production: Program ini mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab, khususnya dalam pengelolaan limbah makanan.
– SDG 13 – Climate Action: Pengurangan sampah makanan berarti pengurangan emisi karbon dari proses produksi, transportasi, dan pembuangan makanan, yang berkontribusi pada aksi mitigasi perubahan iklim.
– SDG 11 – Sustainable Cities and Communities: Kegiatan ini memperkuat keterlibatan komunitas lokal dalam praktik keberlanjutan, menciptakan ekosistem sosial yang lebih inklusif dan resilien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kategori kedua adalah Food Waste atau limbah makanan dari makanan yang sudah tidak layak konsumsi, dan akan diolah kembali menjadi kompos agar bermanfaat. Melalui kerja sama dengan Look Up Agro yang merupakan komunitas setempat binaan ITDC, 4,71 ton sampah makanan berhasil dikumpulkan dan saat ini sedang melalui proses sortasi oleh komunitas tersebut. Sampah makanan ini diolah menggunakan metode bio-konversi dengan larva Black Soldier Fly (BSF) dan juga dijadikan kompos secara lokal dan berkelanjutan. Selain efektif dalam mengurangi volume sampah, metode ini juga menghasilkan produk bernilai seperti pakan ternak dari maggot dan pupuk organik dari kompos. Nantinya maggot akan dimanfaatkan kembali oleh komunitas Look Up Agro, sedangkan hasil kompos akan dimanfaatkan untuk mendukung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Integrated Farming System ITDC, yang ditujukan kepada para petani binaan di kawasan The Mandalika.

Baca Juga :  ITDC Siapkan Rangkaian Acara Meriah untuk Natal dan Tahun Baru

Dengan pendekatan holistik ini, ITDC menerapkan prinsip Circular Economy atau Ekonomi Sirkuler, di mana limbah dari satu sektor (event hospitality) menjadi sumber daya bagi sektor lain (pertanian setempat) yang dikelola di dalam dan sekitar kawasan sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setempat. Dengan mendorong pengelolaan sumber daya yang efisien, pengurangan limbah, dan pemanfaatan kembali bahan organik maka pengolahan food waste menjadi kompos juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, karena menghindari proses pembusukan limbah makanan yang menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang paling kuat.

Atas adanya pengelolaan sampah makanan dengan pola ini, ITDC berupaya menerapkan prinsip carbon neutral, dimana jejak karbon yang timbul dari sisa makanan dapat dinetralkan melalui proses pengomposan dan pengelolaan maggot. Untuk memastikan bahwa klaim carbon neutral ini memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan, ITDC menggandeng Control Union, suatu lembaga independen dengan reputasi global dalam verifikasi dan validasi praktik keberlanjutan. Proses ini mencakup penghitungan jejak karbon, audit pengelolaan limbah, dan penilaian dampak lingkungan secara menyeluruh. Langkah ini menunjukkan komitmen ITDC pada pengurangan emisi, dan juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap inisiatif ESG yang dijalankan. MotoGP Mandalika 2025 pun bisa menjadi contoh konkrit  bagaimana sport tourism dapat menjadi katalisator perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca Juga :  ITDC Salurkan Hasil Lelang Amal MotoGP 2025 untuk Pencegahan Stunting di Desa Rembitan

“Melalui Integrated Food Surplus Program ini, bersama komunitas Bank Sampah setempat, kami berkolaborasi semakin memantapkan penerapan Ekonomi Sirkuler, mengedepankan optimalisasi sumber daya dalam pengelolaan makanan berlebih secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, memberdayakan masyarakat setempat, memastikan upaya kolektif ini memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan juga perusahaan serta pemangku kepentingan lainnya secara holistik,” ujar Rannie Kamil, Destination Research & ESG Division Head ITDC.

Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGPTM di Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga momentum untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan, menjadi salah satu model praktik baik bagi penyelenggaraan event berskala internasional di Indonesia.

POST TERKAIT

Bukan Sekadar Balapan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Ruang bagi Ekonomi Kreatif NTB
ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance
The Dudas-1 Kagumi Kemajuan Mandalika, Kini Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara
Mandalika Festival of Speed Putaran Ketiga Berakhir, Sirkuit Mandalika Semakin Kokoh Jadi Pusat Motorsport Nasional
MFoS Putaran Ketiga Panaskan Persaingan Balap Roda Empat Nasional di Mandalika
Dua Bulan Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ITDC dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan Lintas Sektor
Pembalap Indonesia Gemilang di ARRC, Kibarkan Merah Putih dan Kumandangkan Indonesia Raya di Puncak Podium
Dukung Porprov NTB 2026, ITDC Perkuat Peran The Mandalika sebagai Kawasan Sport Tourism
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

POST TERKAIT

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:57 WITA

Bukan Sekadar Balapan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Buka Ruang bagi Ekonomi Kreatif NTB

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:52 WITA

ITDC Perkuat Identitas The Mandalika melalui Mandalika Art & Culture Performance

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:17 WITA

Mandalika Festival of Speed Putaran Ketiga Berakhir, Sirkuit Mandalika Semakin Kokoh Jadi Pusat Motorsport Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:02 WITA

MFoS Putaran Ketiga Panaskan Persaingan Balap Roda Empat Nasional di Mandalika

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:57 WITA

Dua Bulan Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ITDC dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan Lintas Sektor

POST BARU