Kondisi Ekonomi Minus || Begini Penjelasan Gubernur NTB ke Mendagri

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) , Lalu Muhamad Iqbal, merespon teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2025 yang minus 1,47 persen. Iqbal menyebut, ungkapan Tito itu bukan teguran tetapi pertanyaan.

 

“Sebenernya itu bukan teguran, itu pertanyaan dari Mendagri. Saya juga sudah berkomunikasi langsung kepada beliau menjelaskan, karena pada saat rapat itu, saya tidak bisa hadir sehingga saya menjelaskan setelah rapat itu,” katanya saat ditemui awak media di ruang singgah VIP Bandara Internasional Lombok (BIL), Rabu (28/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Lalu Iqbal menjelaskan, duduk persoalan yang sebenernya adalah pada sektor pertambangan. Sedangkan pada hal yang lain, pertumbuhan ekonomi NTB malah pada posisi naik dengan angka 5,57 persen.

 

“Duduk persoalannya bahwa, sebenarnya kalau kita mau melihat pertumbuhan ini di luar pertambangan sebenarnya kita tumbuh 5,57 persen. Bahkan di sektor pertanian kita tumbuh lebih dari 10 persen,” imbuhnya.

Baca Juga :  Diduga Tidak Memiliki Izin Villa Milik Oknum OPD Pemprov NTB || Kasta NTB Minta Gubernur Harus Tegas dan Berikan Contoh.

 

Dengan begitu Lalu Iqbal berujar, sebenarnya perekonomian NTB pada posisi on the trek. Ia menyebut, yang memicu sektor pertambangan tidak stabil saat ini karena smelter milik PT PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sudah resmi sehingga izin ekspor konsentrat dihentikan.

 

“Kita ketahui bersama tahun lalu itu secara resmi smelter yang ada PT AMNT itu sudah berfungsi. Sejak diresmikannya smelter itu maka izin ekspor konsentrat PT AMNT itu dihentikan. Sementara pada saat berjalan itu kapasitasnya baru 40 persen. Jadi terjadi lah penumpukan konsentrat, sehingga tidak ada produksi, produksinya turun sampai 54 persen,” ujarnya.

 

Bahkan, satu dua bulan terakhir ini smelter itulah sudah berhenti sama sekali karena ada masalah yang harus diinvestigasi. Dengan begitu, ia melihat adanya penurunan ini dikarenakan sektor pertambangan saja.

Baca Juga :  Lombok Tengah Siap Pertahankan Juara Umum, Bupati Lepas 56 Peserta Kafilah MTQ XXXI NTB 2026

 

“Jadi ini fenomena yang muncul karena smelter baru beroperasi. Bukan hanya AMNT yang mengalami seperti itu, Freeport juga mengalami seperti itu,” bebernya.

 

Lalu Iqbal mengakui jika dirinya sejak awal sudah diperingatkan oleh tim transisinya soal kemungkinan akan ada penurunan pertumbuhan ekonomi jika digabungkan dengan tambang.

 

“Itu sebabnya dua minggu yang lalu saya sudah bertemu langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, meminta agar ada relaksasi ekspor bagi PT AMNT dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu untuk mengatasi seperti ini,” ungkapnya.

 

Hal itu dilakukan untuk mengatasi personal seperti saat ini. Ia melihat, dampak dari masalah ini harus segera diatasi, jika tidak maka akan berdampak ke sektor yang lain.

Baca Juga :  Cegah TPPO, Polsek Batukliang Gencar Laksanakan Sosialisasi.

 

“Karena kalau ini tidak segera kita atasi maka tahun depan itu bagi hasilnya bisa nol,” tegasnya.

 

Menurutnya, sejauh ini komponen lain sebenarnya sudah berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi NTB, bahkan cenderung positif. Namun, karena adanya masalah pada sektor pertambangan ini maka terjadilah situasi ini.

 

“Masalahnya tambang ini kan pengaruhnya cukup besar, apalagi kontraksi yang dialami oleh tambang ini lebih dari 30 persen atau minus 30 persen. Jadi mau nggak mau akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kita secara umum, jadi ini spesifik fenomena tambang,” tegasnya.

 

Ia mengaku jika hal itu sudah dijelaskan secara detail kepada Tito Karnavian dan sudah dimengerti dan akan dibantu untuk mencarikan solusi terbaik.

 

“Saya sudah menjelaskan kepada Mendagri dan beliau memahami situasi itu. Oh ini ternyata jawaban dari pertanyaan saya,” pungkasnya.

POST TERKAIT

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat
Kapolda NTB Turun Langsung Simulasikan Arus Penonton MotoGP Mandalika
Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah
Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang
Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur
Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar
Polda NTB Terjunkan Tim URC Jatanras Amankan Kawasan Mandalika Jelang MotoGP 2026
Bank NTB Syariah Dukung Optimalisasi Penerimaan Daerah dari Sektor Perikanan dan Kelautan
Berita ini 76 kali dibaca

POST TERKAIT

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:44 WITA

Masjid Nurul Bilad The Mandalika Diperkuat, ITDC & BSI Sinergi Dukung Kehidupan Spiritual Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:50 WITA

Pemkab Lombok Tengah Perkuat Keamanan Siber, Sekda Ingatkan Ancaman Peretasan Data Pemerintah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:58 WITA

Polresta Loteng Selidiki Kematian Perempuan Ditemukan Terbakar di Kebun Batukliang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:55 WITA

Polresta Loteng Terbitkan DPO Pimpinan Ponpes Terkait Dugaan Persetubuhan Anak di Praya Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WITA

Jelang MotoGP Mandalika, Polisi Cek Arus Penumpang dan Logistik di Pelabuhan Lembar

POST BARU