Mobil Ditarik dan Diperas 15 Juta || NCS dan SMS Finance Akan Dilaporkan Ke OJK dan Polisi. 

Minggu, 16 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST. COM – Aksi pemerasan oleh penagih hutang atau Debt Collector (DC) di kota Mataram makin marak. Kali ini korbannya adalah Sutrisno, warga Malang pemilik mobil truk pembawa terasi.

 

Sutrisno dihadang oleh beberapa orang DC dari PT Ninaga Cilinaya Sejahtera karena menunggak pembayaran di SMS Finance selama 4 bulan. Truknya dihadang di jalan Turida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tak lama, para DC bergaya preman itu menggiring mobil truk tersebut menuju ke kantor PT NCS. Di sana Sutrisno diminta menyerahkan uang sejumlah 15 juta jika ingin mobil ini tak ditarik.

Baca Juga :  KEK Mandalika Bersiap Lebih Tangguh, Pemerintah NTB dan ITDC Perkuat Mitigasi

 

“Saya dimintai uang sejumlah 15 juta jika mobil ini tidak ingin hilang. Saya bingung maksudnya apa,” ujar Sutrisno.

 

Karena tetap dipaksa untuk mencari uang 15 juta oleh DC yang bernama Daniel dan Ivan, Sutrisno pun kebingungan. Ia kemudian mencari pengamanan ke Polsek Sandubaya.

 

Saat di Polsek, Sutrisno dan kawannya mengeluhkab perampasan mobil yang dilakukan oleh DC ini. Sedangkan, ia selalu berkomunikasi dengan SMS Finance terkait keterlambatan pembayaran.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik Lebaran, Biddokkes Polda NTB Cek Kesehatan Personel di Pelabuhan Lembar dan Gili Mas

 

“Saya selalu komunikasi dan tetap membayar. Kecuali beberapa bulan ini saya tidak bisa membayar karena istri saya meninggal,” ujar Sutrisno.

 

Polsek Sandubaya membenarkan Sutrisno datang melapor. Dan pihak kepolisian meminta Sutrisno untuk melengkapi administrasi pelaporan. Juga, polisi menyarankan Sutrisno untuk melapor ke Polres Mataram.

 

“Iya benar, dia mengeluh mobilnya dirampas oleh Debt Collector, dan tidak punya uang untuk balik,” ujar Aipda Suginato, anggota SPKT Polsek Sandubaya.

 

Sementara itu, terkait dugaan perampasan dan pemerasan ini oleh DC, ketua Forum Rakyat, Hendrawan Saputra yang juga kuasa hukum Sutrisno mengatakan bahwa penarikan kendaraan karena nunggak 4 bulan adalah melanggar undang undang Fidusia.

Baca Juga :  Tegas Kasta NTB Minta Pemkot Mataram Tindak Pengelola Hiburan Malam || Diduga Tidak Memiliki Ijin

 

Hendra berencana akan melaporkan perampasan unit yang menyalahi undang undang Fidusia ini ke OJK. Terkait pemerasan Hendra juga berencana akan melaporkan oknum DC tersebut ke Polisi.

 

“Tak ada alasan bagi apapun bagi DC untuk mencabut kendaraan. DC dan SMS Finance telah melanggar undang undang, dan kami akan somasi serta melaporkannya ke OJK. Bila perlu ke Polisi,” ujar Hendra.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 44 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU