Mengejar Capaian PAD || Kasta NTB Menyoroti Pemda Lotim Bak Debt Colector.

Rabu, 29 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRAYAPOST.COM – Kasta NTB DPD Lombok Timur menyoroti kenaikan pajak ditengah rendahnya penghasilan masyarakat dan tingginya harga bahan pokok seakan mencekik masyarakat di kelas perekonomian menengah sampai kelas terendah.

Di tengah kenaikan bahan pokok, Pemerintah Daerah juga menaikan pajak dengan nilai yang cukup besar seakan-akan menjadi kado kesengsaraan baru bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur di tahun 2024 ini kata ketua Kasta NTB DPD.Lombok Timur Risdiana. SH. MH. 29/5/2025.

Baca Juga :  Nonton Balap Gratis||“Radja” dan beberapa artis lokal akan tampil di Pesta Mandalika

Dengan kenaikan pajak PBB yang cukup signifikan hingga 100% membuat masyarakat khususnya lombok timur merasa sangat terbebani ditengah harga bahan pokok yang sudah sangat tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengejar capaian PAD pemerintah daerah seolah-olah menjadi debt colector ditengah kemiskinan masyarakat, tanpa ada pemberitahuan, sosialisasi yang membuat masyarat kaget dan merasa terbebani.

” kami ingin mengetahui dasar dan pertimbangan apa sehingga Pemda Lombok Timur memutuskan untuk menaikan pajak hingga 100 persen tersebut”.

Baca Juga :  Kapolres Loteng Mengeluarkan Sprint ke sejumlah pejabat polres Lombok Tengah.

Di samping pajak PBB yang paling terasa dan membebani adalah kenaikan biaya parkir kendaraan yang sangat nyata dirasakan oleh masyarakat, biaya parkir yang dibayar oleh masyarakat pengendara motor yang mulanya adalah Rp. 1.000,- menjadi Rp. 2.000,- , mobil Rp. 2.000,- menjadi Rp. 4.000,- bahkan Rp.5.000,- setiap kali parkir, nominal kenaikan biaya parkir yang sampai 100% tersebut sudah pasti akan membebani masyarakat.

Baca Juga :  Kontingen Lombok Tengah Raih 125 Emas, Kukuhkan Posisi Runner-up PORPROV NTB XII 2026

Kasta NTB DPD Lombok Timur juga mempertanyakan Apakah menaikkan beban pajak kepada masyarakat adalah satu satunya solusi untuk menaikkan pendapatan daerah.

Apakah daerah hanya bisa mendapat penghasilan dengan mengeruk keuntungan diatas beban penderitaan masyarakat dalam bentuk pajak, tanyanya.

Pemerintah daerah harusnya lebih kreatif mencari sumber pendapatan lain di luar pajak agar tidak selalu menjadikan pajak sebagai satu satunya sumber pendapatan asli daerah tutup Risdiana SH MH.

POST TERKAIT

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade
Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat
Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok
Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan
Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Panitia Pilkades Labulia Tetapkan 9.068 DPT Secara Terbuka
Pilkades Serentak 2026, Pengadaan Logistik Kini Dikelola Panitia Desa
Berita ini 7 kali dibaca

POST TERKAIT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:34 WITA

Dinkes Lombok Tengah Bagikan 1.000 Masker untuk Warga dan Petugas Pascakebakaran Kampung Adat Sade

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WITA

Target 145 Ribu Penonton & Gerakkan Ekonomi, Persiapan MotoGP Mandalika Terus Dipercepat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Poltekpar Lombok Disiagakan Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Lombok

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:47 WITA

Aset Jadi Prioritas Kejari Lombok Tengah, Pencegahan Diperkuat, Penindakan Siap Dilakukan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:37 WITA

Ketua Komisi IV DPR RI Dorong Penguatan Produksi Bawang Putih untuk Kurangi Impor

POST BARU