PRAYAPOST.COM – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)
dari Universitas Mataram di Desa Pengenjek dengan mengusung tema Zero Waste, ungkap M. Ilham Wahyudi saat acara Sosialisasi tentang pengolahan sampah plastik menjadi tas ,pada 17/01/2024.
Ketua Kelompok KKN PMD Universitas Mataram di Desa Pengenjek M Ilham Wahyudi menerangkan selain program pengolahan sampah plastik menjadi tas, juga pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk cair, pembuatan bak sampah, dan juga penghijauan.
“Selain program pengolahan sampah dan pelatihan pembuatan tas dari bahan baku sampah an organik, masih banyak lagi program yang akan kami sosialisasi, namun bertahap” terang wahyudi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun Lanjut Wahyudi tanpa adanya kerjasama yang baik dan dukungan dari Pemdes Pengenjek kami yakin Pengabdian kami selama 54 hari tidak akan sukses.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemdes dan Karang Taruna atas semua dukungan dan kerja samanya sehingga pengabdian kami selama 54 hari akan penuh makna,” lanjut Wahyudi.
Sementara itu kepala desa pengenjek khaerudin, S.PdI mengucapkan banyak terima kasih atas program dari Mahasiswa KKN Unram yang dirasa sangat peduli terhadap lingkungan.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada adek-adek Mahasiswa Universitas Mataram yang telah memilih desa kami sebagai tempat untuk pengabdiannya dan mengusung tema KKN zero waste” terang Khaerudin selaku Kades Pengenjek.
Program ini tambah Kades Pengenjek tentu merupakan bentuk kepedulian pada kebersihan lingkungan dan Kepala Desa Pengenjek juga sangat mendukung segala bentuk program dari Para Mahasiswa KKN.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian adek adek para mahasiswa KKN terhadap kebersihan yang nantinya bisa diteruskan oleh karang taruna maupun semua lapisan masyarakat,tutupnya.
Ketua Karang Karuna Desa Pengenjek Ahmad Zamharir, S.I.Kom juga menyambut baik dan penuh keakraban, Zamharir juga berharap agar program penanganan sampah ini harus terus berlanjut, mengingat sampah merupakan permasalahan yang sampai saat ini belum terselesaikan.
“Bukan hanya adek-adek KKN ini saja yang mensosialisasikan masalah sampah ini, tapi pemdes maupun pemda juga pemprov harus benar benar peduli dengan keadaan sampah serta sosialisasi dengan intens terhadap masyarakat untuk membangun kesadaran serta merubah pola pikirnya tentang sampah,”pungkas ketua karang taruna yang akrab disapa petir.






















